Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 262,80 Miliar, Saham BBCA Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 262,80 miliar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), sebanyak 94,97 poin (1,56%) menjadi 6.186.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 317,41 miliar, TIFA mencapai Rp 277,01 miliar, TINS senilai Rp 73,85 miliar, TLKM mencapai Rp 66,63 miliar, BULL senilai Rp 64,90 miliar, dan INCO senilai Rp 43,91 miliar.
Baca Juga
Usai Sukses Cetak Laba Dua Kuartal Beruntun, Deretan Analis Ini Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO
Sebaliknya lima saham berikut catatkan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham TPIA sebanyak Rp 368,21 miliar, FILM senilai Rp 84,73 miliar, EMAS senilai Rp 79,90 miliar, AMMN senilai Rp 69,38 miliar, dan ANTM mencapai Rp 43,59 miliar.
Kenaikan ini didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor konsumer non primer 2,13%, sektor energi 1,87%, konsumer primer 2,25%, property 1,87%, keuangan 1,43%, industry 1,54%, material dasar 1,43%.
Penguatan ini juga ditopang lompatan harga sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, INCO, CBDK, GGRM, BBCA, MDKA, hingga emiten grup Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, dan FAST.
Baca Juga
Pendapatan Astra International (ASII) Tembus Rp 157,9 Triliun pada Semester I 2026
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat melanda saham ESTI naik 34,65% menjadi Rp 171, MDIA melesat 34,62% menjadi Rp 175, TIFA menguat 25% menjadi Rp 320. Kenaikan pesat juga melanda saham KJEN sebanyak 22,22% menjadi Rp 154 dan NICK menguat 21,67% menjadi Rp 1.235.
Kemarin, IHSG ditutup kembali anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091 disertai dengan investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,25 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham MAPI bernilai Rp 1,60.
Pelemahan IHSG kemairn dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
