Investor Asing Akhirnya Net Buy Saham Rp 287,77 Miliar, BBCA dan BRMS Diborong
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 287,77 miliar, seiring dengan kenaikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/6/2026), ditutup melesat 121,63 poin (2,07%) menjadi 6.007.
Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 206,32 miliar, DSSA mencapai Rp 175,09 miliar, TPIA sebanyak Rp 160,31 miliar, AMMN mencapai Rp 96,35 miliar, dan BRMS mencapai Rp 76,36 miliar.
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham BBRI sebanyak Rp 398,87 miliar, BMRI mencapai Rp 173,14 miliar, ASII mencapai Rp 102,20 miliar, BBNI senilai Rp 37,78 miliar, dan AADI senilai Rp 35,62 miliar.
Baca Juga
Terkait kenaikan IHSG hari ini ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar naik 4,85%, energi menguat 4,66%, industry naik 3,85%, consumer non primer 2,93%, transportasi 4,46%, konsumerprimer 2,72%, dan sektor keuangan 1,47%. Sebaliknya sektor kesehatan turun 0,58%.
Penguatan tersebut juga ditopang lompatan harga saham big cap, seperti AMMN naik 12,75%, CBDK naik 13,25%, INCO mengaut 10,30%, ITMG naik 5,03%, PANI naik 9,16%, BBCA naik 1,72%, dan TPIA naik 3,64%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA) dicatatkan saham BUKK menguat 24,84% menjadi Rp 1.005, RLCI naik 24,79% menjadi Rp 3.020, dan POLU naik 19,87% menjadi Rp 14.025. Lompatan harga juga melanda saham FORU naik 22,80% menjadi Rp 3.770, INDY naik 18,32% menjadi Rp 2.260, dan ASPR naik 30,91% menjadi Rp 216.
Baca Juga
IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria Sebut Investor Percaya pada Saham BUMN
Kemarin, IHSG ditutup melemah 16,35 poin (0,28%) menjadi 5.886 dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 252,65 miliar oleh investor asing. Meski dilanda net sell saham, pemodal asing justru merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham BBCA mencapai Rp 387,96 miliar.
Penurunan indeks kemarin dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar sebanyak 4,27%, sektor enerig sebanyak 2,12%, consumer non primer 0,57%, dan consumer primer 0,66%. Adapun saham keuangan, property, teknologi, dan kesehatan catatkan kenaikan harga.
BEI juga mencatatkan beberapa saham berikut berhasil torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOPI naik 34,67% menjadi Rp 202, UVCR menguat 34,33% menjadi Rp 180, OILS naik 34,15% menjadi Rp 220, dan TMPO naik 34,04% menjadi Rp 126.
