Gebrakan Rusia, Mulai dari Bank Boleh Perdagangkan Kripto hingga Larang Transaksi P2P Kripto
Poin Penting
|
MOSKOW, investortrust.id – Rusia membuat gebrakan dalam pengaturan aset kripto dengan membuka akses perdagangan melalui lembaga keuangan resmi sekaligus menyiapkan pelarangan transaksi langsung antarinvidu atau peer to peer (P2P) mulai 1 Juli 2027.
Bank Sentral Rusia menegaskan bahwa transaksi kripto langsung antara individu tidak lagi masuk dalam daftar transaksi yang diizinkan setelah tanggal tersebut. Investor harus menggunakan perantara resmi, seperti bursa kripto, broker, dan lembaga penyimpanan aset digital yang terdaftar.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan Rusia terhadap aset kripto. Setelah sebelumnya mengusulkan pelarangan menyeluruh pada 2022, pemerintah kini membangun ekosistem perdagangan kripto yang diatur melalui sistem keuangan domestik.
Langkah tersebut diperkuat dengan masuknya Sberbank, bank terbesar Rusia, ke dalam daftar organisasi yang mendapat izin untuk melakukan pertukaran mata uang kripto. Bank Sentral Rusia mengumumkan pendaftaran tersebut pada Oktober 2026, setelah Sberbank lebih dahulu masuk dalam daftar penyedia layanan penyimpanan aset digital.
Mengutip Coindesk, Minggu (18/10/2026) Sberbank berencana meluncurkan produk kripto pertamanya pada 1 Desember 2026 melalui layanan yang terintegrasi dengan antarmuka perbankan yang telah digunakan nasabahnya.
Baca Juga
Binance US Incar Dana Segar Rp 1,8 Triliun di Tengah Persaingan Exchange Kripto
Sberbank juga telah menguji perdagangan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Tether (USDT) melalui aplikasinya. Namun, daftar akhir aset kripto yang dapat diperdagangkan tetap mengikuti ketentuan regulator.
Selain Sberbank, sejumlah lembaga keuangan Rusia, termasuk VTB dan T-Invest Lab, juga masuk dalam daftar penyedia layanan pertukaran kripto. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut menjadi bagian dari pembentukan infrastruktur perdagangan aset digital yang berada di bawah pengawasan Bank Sentral Rusia.
Investor Ritel Dibatasi
Seiring dengan pembukaan akses perdagangan, Rusia menerapkan pembatasan bagi investor ritel yang tidak memenuhi kriteria investor berkualifikasi. Berdasarkan ketentuan yang diumumkan regulator, kelompok investor tersebut dapat membeli aset kripto yang memenuhi persyaratan dengan batas maksimal 300.000 rubel per tahun melalui satu perantara.
Investor berkualifikasi dapat mengakses pilihan aset yang lebih luas, dengan tetap mengikuti persyaratan pengujian dan ketentuan regulator.
Di sisi lain, penggunaan kripto untuk pembayaran barang dan jasa di dalam wilayah Rusia tetap dilarang. Meski demikian, pemerintah mengizinkan penggunaan aset kripto untuk penyelesaian transaksi lintas negara dalam kegiatan perdagangan internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga
Jumlah Investor Terus Naik, Wamenkeu Bakal Perjelas Regulasi Transaksi Aset Kripto
Pengaturan baru ini juga memperketat mekanisme penyimpanan dan pemindahan aset digital. Berdasarkan penjelasan regulator yang dilaporkan sejumlah media, pemindahan aset dari akun digital yang tercatat melalui sistem penyimpanan resmi ke dompet nonkustodian atau self-custody milik pribadi turut dibatasi dalam skema tersebut.
Dengan kebijakan ini, Rusia berupaya mengarahkan aktivitas perdagangan kripto ke jalur yang dapat dipantau oleh otoritas keuangan, termasuk melalui pencatatan kepemilikan dan transaksi oleh penyedia layanan terdaftar.
Perubahan kebijakan tersebut menandai pergeseran pendekatan Rusia dari wacana pelarangan kripto menuju pembentukan pasar yang lebih terstruktur. Namun, akses perdagangan yang semakin terbuka berjalan beriringan dengan pembatasan transaksi langsung, pengawasan penyimpanan aset, dan pembatasan pembelian bagi investor ritel.
