IHSG Jatuh ke 5.863, Investor Asing Justru Serbu BBCA dan BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), turun signifikan 79,24 poin (1,33%) menjadi 5.863.
Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, ENRG senilai Rp 72,32 miliar, PGAS mencapai Rp 62,08 miliar, dan DSSA sebanyak Rp 53,33 miliar.
Baca Juga
Bahlil Siapkan CNG untuk Gantikan LPG, Bidik Penghematan Biaya hingga 40%
Sebaliknya lima saham dengan torehan penjualan bersih (net sell) melanda saham BYAN sebanyak Rp 39,21 miliar, SUPA senilai Rp 34,17 miliar, ITMG mencapai Rp 33,83 miliar, GOTO senilai Rp 22,51 miliar, dan AADI sebanyak Rp 18,48 miliar.
Pelemahan tersebut dipengaruhi kejatuhan hampir seluruh saham big cap bersamaan dengan kejatuhan pasar saham Asia. Sejumlah big cap dengan kejatuhan dalam, yaitu saham BREN jatuh 6%, TEBE anjlok 14,65%, TPIA jatuh 5,67%, DSSA jatuh lebih dari 6%, BBCA jatuh hampir 1%, dan BYAN jatuh hampir 3%.
Penurunan juga sejalan dengan pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor konsumer primer turun 3,20%, sektor energi turun 3%, sektor infrastruktur melemah 2,41%, sektor transportasi melemah 2,06%, sektor industry melemah 2,43%. Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 1,68%, sektor konsumer non primer turun 1,14%, property turun 1,41%, teknologi melemah 1,29%, sektor keuangan melemah 0,64%, dan sektor kesehatan turun 0,15%.
Baca Juga
IHSG Tembus Support 5.850, Risiko Penurunan ke 5.745 Membesar
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU melesat 34,62% menjadi Rp 105, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, ALDO naik 24,92% menjadi Rp 1.955, PTSP naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000.
Kemarin, IHSG ditutup rebound tipis hanya 17,04 poin (0,29%) menjadi 5.943.Sebaliknya pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,13 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang utama BYAN senilai Rp 1,12 triliun.
Penguatan didorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry naik 0,36%, sektor konsumer non primer naik 0,41%, sektor material dasar naik 0,05%, sektor teknologi menguat 2,76%, sektor proeprti naik 1,78%, sektor kesehatan naik 0,29%, sektor transportasi naik 0,22%, dan sektor keuangan menguat 0,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 0,59%, sektor konsumer primer melemah 0,72%, dan sektor infrastruktur melemah 0,19%.
