Net Sell Berlanjut Rp 463,99 Miliar, Sebaliknya Saham BBCA, BMRI, dan BBRI justru Diburu Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 463,99 miliar, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/5/2026), sempat melemah sebanyak 325 poin atau lebih dari 4,3%.
Net sell terbanyak melanda saham ANTM senilai Rp 315,03 miliar, BREN senilai Rp 152,53 miliar, AMMN mencapai Rp 149,08 miliar, ADRO senilai Rp 76,76 miliar, dan DSSA mencapai Rp 68,11 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) justru melanda saham bank papan atas ini, yaitu BBCA senilai Rp 107,07 miliar, BMRI mencapai Rp 84,87 miliar, BBRI senilai Rp 62,28 miliar, TLKM mencapai Rp 59,27 miliar, dan MDKA senilai Rp 56,58 miliar.
Pergerakan indeks sepanjang hari ini bergerak fluktuatif dalam rentang 6.398-6.723, meski akhirnya ditutup level 6,599. Nilai transaksi meningkat menjadi Rp 18,20 triliun. Adapun penekan utama indeks berasal dari saham big cap, seperti TPIA, DSSA, AMMN, dan BREN. Penurunan juga dipicu pelemahan saham big bank, yaitu BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Secara sectoral, semua sektor saham mengalami penurunan yang dipimpin saham sektor material dasar 5,17% dan transportasi 6,20%. Penurunan juga melanda saham sektor industry 3,25%, sektor energi 2,37%, sektor property 2,22%, infrastruktur 2,98%, dan sektor teknologi 2,21%.
Baca Juga
Penurunan indeks disebut dipicu atas sentiment negative yang datang bertubi-tubi, seperti pelemahan rupiah, sentimen negatif global, hingga pengumuman MSCI dan FTSE yang masih membekukan pasar saham Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya.
Meski IHSG terjungkal, beberapa saham berikut masih catatkan penguatan pesat, seperti DYAN naik 31,33% menjadi Rp 109, BLUE menguat 18,28% menjadi Rp 3.430, dan BPTR naik 16,87% menjadi Rp 97.
Pekan lalu, IHSG anjlok sebanyak 246,07 poin (3,53%) menjadi 6.723. Penurunan selama tiga hari beruntun membuat kapitalisasi pasar (market cap) BEI yang menguap mencapai Rp 581 triliun menjadi Rp 11.825 triliun.

