Net Sell Berlanjut Rp 537,25 Miliar, Sebaliknya Saham BBCA dan BBRI justru Diborong Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing melanjutkan aksi jual (net sell) saham senilai Rp 537,25 miliar di seluruh pasar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/6/2026), sebanyak 102,91 poin (1,72%) menjadi 5.896.
Meski net sell melanda, pemodal asing justru agresif memborong (net buy) saham BBCA mencapai Rp 432,66 miliar. Net buy lainnya dicatatkan saham DSSA Rp 95,51 miliar, BBRI senilai Rp 75,14 miliar, AMMN mencapai Rp 39,05 miliar, dan ANTM senilai Rp 32,47 miliar.
Adapun lima saham dengan torehan net sell terbanyak hari ini, yaitu saham CASA Rp 212,67 miliar, BRMI Rp 173,95 miliar, EMAS mencapai Rp 152,82 miliar, ASII Rp 87,46 miliar, dan BRPT senilai Rp 56,13 miliar.
Baca Juga
Ciputra (CTRA) Tebar Dividen Rp 667 Miliar hingga Bidik Marketing Sales Rp9,5 Triliun di 2026
Terkait penurunan IHSG hari ini dipicu atas pelemahan signifikan indeks saham seluruh pasar saham Asia hari ini. Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham big cap, khususnya konglomerasi Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga PTRO.
Tekanan IHSG juga datang dari pelemahan hampir seluruh sektor saham dipimpin saham sektor material dasar dengan pelemahan 5%, sektor industri turun 4,24%, sektor infrastruktur turun lebih dari 4%, sektor energi melemah 2,62%, sektor konsumer primer turun 2,96%, dan sektor teknologi melemah 2,51%. Sebaliknya saham keuangan masih bisa naik tipis 0,03%.
Baca Juga
Prabowo: 4 kali Saya Kalah, tetapi Saya Tak Ganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Sebaliknya sejumlah saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BBRM naik 34,74% menjadi Rp 128 dan TRUS naik 25% menjadi Rp 350. Kenaikan pesat juga melanda saham ARTA sebanyak 23,15% menjadi Rp 2.660, BHAT naik 20,23% menjadi Rp 2.080, dan RICY menguat 19,72% menjadi Rp 85.
Kemarin, IHSG melesat sebanyak 115,16 poin (1,96%) menjadi 5.999 dengan investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 299 miliar. Net sell terbanyak meladan saham BMRI senilai Rp 224,17 miliar, BBRI mencapai Rp 93,23 miliar, dan KLBF sebanyak Rp 77,31 miliar.
