IHSG Berpeluang Melemah Hari Ini, Pantau TAPG dan BSDE
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), diproyeksikan melemah dengan rentang pergerakan 5.850-6.000. Tiga saham TAPG, BSDE, dan MEDC direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi dampak inflasi AS September yang tercatat 3,7% YoY, di atas konsensus 3,6%, serta pergerakan DXY dan yield US Treasury. Inflasi yang lebih tinggi berpotensi memperkuat dolar AS dan menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
Baca Juga
Penerbitan Obligasi Korporasi Turun, Sektor Pulp dan Kertas Jadi Motor Utama
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko capital outflow dari pasar emerging markets, termasuk Indonesia, sekaligus menambah tekanan terhadap rupiah dan IHSG. “Secara teknikal, selama IHSG belum mampu menembus kembali level psikologis 6.000, kecenderungan pergerakan masih bearish dan rentan tertekan. Area 5.900– 5.850 menjadi support penting yang perlu dipertahankan,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan pasar saham Wall Street semalam. Nasdaq ditutup anjlok sebanyak 1,88% dan S&P500 melemah 1,11%. Penurunan juga melanda Dow Jones sebanyak 0,094%. Harga minyak juga masih melanjutkan penguatan.
Terkait saham pilhan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TAPG dengan target harga Rp 2.140-2.200, BSDE dengan target harga Rp 575-590, dan MEDC dengan target harga Rp 1.575-1.650.
Baca Juga
Ini Sosok Suroso Isnandar, Pemimpin Anyar Perusahaan Setrum Negara PT PLN
Kemarin, IHSG ditutup rebound tipis hanya 17,04 poin (0,29%) menjadi 5.943.Sebaliknya pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,13 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang utama BYAN senilai Rp 1,12 triliun.
Kenaikan ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry naik 0,36%, sektor konsumer non primer naik 0,41%, sektor material dasar naik 0,05%, sektor teknologi menguat 2,76%, sektor proeprti naik 1,78%, sektor kesehatan naik 0,29%, sektor transportasi naik 0,22%, dan sektor keuangan menguat 0,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 0,59%, sektor konsumer primer melemah 0,72%, dan sektor infrastruktur melemah 0,19%.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, enam saham berikut berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRON naik 34,67% menjadi Rp 101, SONA naik 25% menjadi Rp 3.450, BLTZ naik 24,93% menjadi Rp 4.210, BIKE menguat 24,92% menjadi Rp 4.160, PTSP naik 24,77% menjadi Rp 1.335, dan ARTA naik 24,65% menjadi Rp 2.680
