Saham ERAA Dan AMRT Mulai Gencar Diakumulasi Asing, Saatnya Mulai Melirik?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan aliran dana masuk investor asing (foreign inflow) sebesar Rp 129 miliar selama periode 11 September hingga 12 Oktober 2026. Aliran dana asing tersebut membuat saham ini dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 680 per saham oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Dalam riset foreign inflow pick stocks pada Selasa (13/10/2026), Mirae Asset mengungkapkan bahwa akumulasi saham ERAA oleh investor asing telah berlangsung sejak Agustus 2026. Secara kumulatif, pembelian bersih (net foreign buy) saham tersebut mencapai Rp 453 miliar.
Baca Juga
Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik ke Rp 750, Ini Penopangnya
Selama periode observasi, tiga broker dengan nilai pembelian terbesar saham ERAA adalah BK (JP Morgan Sekuritas Indonesia), KI (Ciptadana Sekuritas Asia), dan BB (Verdhana Sekuritas Indonesia). Ketiga broker tersebut secara gabungan berkontribusi sekitar 20% terhadap volume pembelian saham ERAA, dengan rata-rata harga beli Rp 606 per saham.
Sementara itu, saham ERAA diperdagangkan pada level Rp 625 per saham pada Selasa (13/10/2026). Harga tersebut masih berada di sekitar rata-rata harga beli tiga broker utama tersebut dalam sebulan terakhir.
Meski mencatatkan akumulasi asing yang signifikan, Mirae Asset menilai saham ERAA masih bergerak dalam tren mendatar (sideways) secara teknikal. Mirae Asset mempertahankan rekomendasi beli saham ERAA dengan rentang harga masuk Rp 590-625 per saham. Target harga pertama di level Rp 650 per saham dan target harga kedua (take profit 2/TP2) sebesar Rp 680 per saham.
Dengan harga acuan Rp 625 per saham, target pertama tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 4%, sedangkan target kedua menawarkan potensi kenaikan sekitar 8,8%. Sebagai langkah pengendalian risiko, investor disarankan menetapkan batas kerugian (stop loss) apabila harga saham ERAA turun di bawah Rp 570 per saham.
Saham AMRT
Selain ERAA, Mirae Asset turut meninjau rekomendasi sebelumnya terhadap saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Dalam sepekan terakhir, saham AMRT mencatatkan penjualan bersih investor asing sebesar Rp 22 miliar. Namun, dalam tiga hari perdagangan terakhir, saham ini kembali membukukan pembelian bersih asing (net foreign buy).
Perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual investor asing terhadap saham AMRT mulai mereda. Dari sisi teknikal, Mirae Asset menilai harga saham AMRT masih berada dalam rentang rekomendasi beli Rp 1.215–Rp 1.290 per saham. Pada sesi I perdagangan Selasa (13/10/2026), saham AMRT diperdagangkan di kisaran Rp 1.225 per saham.
Baca Juga
13 Saham Didepak dari MSCI Global Small Cap, Sebaliknya Penambahan Hanya AMRT
Mirae Asset mempertahankan target harga pertama saham AMRT di level Rp 1.310 per saham dan target harga kedua sebesar Rp 1.360 per saham. Sementara itu, batas stop loss ditetapkan di bawah Rp 1.210 per saham. Dengan harga acuan Rp 1.225 per saham, target harga pertama AMRT mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 6,9%, sedangkan target harga kedua menunjukkan potensi kenaikan sekitar 11%.
Mirae Asset mengingatkan bahwa aliran dana asing dapat menjadi salah satu indikator untuk mencermati peluang investasi. Namun, investor tetap perlu memperhatikan tren harga saham dan risiko penurunan. “Untuk ERAA, keberlanjutan akumulasi asing menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati, sedangkan pada AMRT, investor perlu memantau apakah meredanya tekanan jual asing akan berlanjut,” tulis Mirae Asset Sekuritas.
