IHSG Ditutup Kembali Melesat 1,26%, Saham BYAN hingga AMMN Jadi Penggerak
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/10/2026), ditutup melesat 74,07 poin (1,21%) menjadi 6.192. Rentang pergerakan 6.118-6.216 dengan nilai transaksai Rp 10,67 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan seluruh sektor saham, seperti sektor energi naik 2,67%, sektor material dasar naik 1,60%, sektor industry 1,41%, sektor konsumer non primer 0,40%, sektor konsumer primer 1,21%, sektor property 0,77%, sektor teknologi 3,09%, sektor infrastruktur 1,49%, sektor transportasi 3,17%, dan sektor kesehatan 0,52%, dan sektor keuangan 0,09%.
Lompatan juga didukung kenaikan pesat saham BYAN sebanyak 9,80% menjadi Rp 13.450, AMMN sebanyak 6,89% menjadi Rp 4.500, MORA menguat 7,82% menjadi Rp 5.100, saham ALKA naik 19.74% menjadi Rp 6.825, dan INKP menguat 3,68% menjadi Rp 8.450.
Baca Juga
BNI Tawarkan SBR015 dengan Imbal Hasil hingga 6,85%, Ada Cashback Rp 15 Juta
Seiring dengan lompatan IHSG ini, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga sifnifikan, yaitu saham TRUE naik 34,78% menjadi Rp 62, POLA naik 34,15% menjadi Rp 110, ASMI menguat 32% menjadi Rp 33, BTEK naik 27,27% menjadi Rp 14, CSMI naik 25% menjadi Rp 515, IFSH menguat 24,47% menjadi Rp 2.060, KDTN menguat 23,58% menjadi Rp 655, dan BEKS menguat 23,33% menjadi Rp 37.
Kemarin, IHSG ditutup sebanyak 81,97 poin (1,36%) ke level 6.118 disertai dengan Investor asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 115,71 miliar. Net sell terbanyak kembali melanda saham GOTO senilai Rp 115,73 miliar, BBRI mencapai Rp 71,23 miliar, dan ASII mencapai Rp 55,87 miliar.
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor property menguat 2,31%, sektor material dasar naik 2,07%, sektor infrastruktur 1,99%, sektor konsumer primer naik 1,82%, sektor energi 1,81%, sektor transportasi 1,77%, sektor kesehatan naik 1,71%, sektor industry naik 1,27%, sektor konsumer non primer 0,93%, sektor keuangan 0,64%, Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi 1,33%.
Baca Juga
Bitcoin Gagal Tembus US$ 87.000, Ini Level Support yang Perlu Dicermati
Sejalan dengan lompatan IHSG tersebut, beberapa saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU naik 35% menjadi Rp 54, PPRI naik 34,78% menjadi Rp 186, KKES naik 34,62% menjadi Rp 70, MITI naik 25% menjadi Rp 350, ROCK naik 25% menjadi Rp 3.700, dan BLTZ naik 25% menjadi Rp 4.500.
ARA juga melanda saham IFSH sebanyak 24,91% menjadi Rp 1.655, AGAR naik 24,84% menjadi Rp 1.935, PGLI naik 24,81% menjadi Rp 332, BALI naik 24,81% menjadi Rp 1.660, SOTS naik 24,75% menjadi Rp 630, ALKA naik 24,73% menjadi Rp 5.700, dan KDTN menguat 24,41% menjadi Rp 530. Kenaikan harga lebih dari 20% melanda saham PCAR, MBSS, dan CSMI.
