Dari Market Cap Rp400 Triliun Jadi Rp34,21 Triliun, Saham GOTO masih Layak Dibeli?
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tersisa Rp 34,21 triliun setelah harga saha emiten ini tergerus sebanyak 30% menjadi Rp 30 sepanjang perdagangan pekan ini. Tekanan jual saham ini juga diikuti dengan penjualan bersih (net sell) jumbo senilai Rp 982,76 miliar oleh pemodal asing.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham GOTO sempat alami penurunan tajam hingga auto reject bawah (ARB) empat hari beruntun pekan ini. Harga saham GOTO anjlok dari level Rp 50 menjadi Rp 28 pada penutupan 1 Oktober. Adapun rebound saham GOTO mulai terwujud pada perdagangan kemarin atau Jumat dengan kenaikan lebih dari 7% menjadi Rp 30.
Tekanan jual massif saham GOTO juga diikuti dengan penjualan bersih (net sell) besar-besaran hingga Rp 982,76 miliar oleh pemodal asing. Saham GOTO menjadi penyumbang terbesar net sell saham oleh pemodal asing sepanjang pekan ini. Net sell saham tersebut disinyalir sebagai langkah exit pemodal asing dari GOTO setelah saham tersebut dikeluarkan dari MSCI Global Standard indeks.
Baca Juga
Tiga Hari Harga Saham GOTO di Bawah ‘Gocap’, Ini Kata Analis soal Prospek Bisnisnya
Adapun data BEI mengungkap bahwa market cap GOTO telah turun drastic dari level Rp 400 triliun pada saat penawaran umum perdana (IPO) saham pada 11 April 2022. Saat itu, perseroan melepas saham ke publik dengan harga pelaksanaan Rp 338 per saham.
Meski harga saham alami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir, GOTO justru berhasil memperbaiki kinerja keuangan hingga mencatatkan laba bersih. Perseroan telah membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal II 2026, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp5,7 triliun. Sementara itu, EBITDA Grup yang disesuaikan melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya.
GOTO juga menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2–3,4 triliun sepanjang 2026. Menurut analis, capaian dan target tersebut menunjukkan bahwa GoTo sedang membangun bisnis untuk jangka panjang, terlepas dari gejolak harga saham dalam waktu dekat.
Baca Juga
“Sulit mengatakan GoTo tidak memiliki nilai bisnis ketika operasinya menghasilkan pendapatan triliunan rupiah dan profitabilitasnya membaik. Pada harga Rp28, saham ini terlihat murah apabila kemajuan tersebut dapat dipertahankan,” ujar analis Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardyansah.
Selain memperbaiki kinerja bisnis, GoTo telah memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun. Persetujuan tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk membeli kembali saham sesuai ketentuan dan kondisi pasar.
GOTO juga mengusulkan pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri. Jika disetujui dan dilaksanakan, langkah tersebut akan mengurangi jumlah saham yang beredar. Analis menilai pasar akan mencermati pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut bersama perkembangan laba dan arus kas GoTo.
