Mazda Investasi Lebih dari Rp400 Miliar Bangun Pabrik Perakitan Pertama di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) meresmikan pabrik perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas tersebut dibangun dengan investasi lebih dari Rp 400 miliar sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Pabrik Mazda berdiri di atas lahan seluas hampir 65.000 meter persegi dan mengusung standar manufaktur global Mazda untuk mendukung produksi kendaraan premium di Indonesia.
President Director sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Ricky Thio mengatakan, peresmian fasilitas tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan Mazda di Indonesia.
Baca Juga
"Peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia. Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional," ujar Ricky dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Menurut Perseroan, fasilitas tersebut dibangun secara khusus untuk memproduksi kendaraan Mazda. Seluruh proses produksi, peralatan, hingga sistem pengendalian mutu dirancang mengikuti standar global perusahaan.
Ke depan, pabrik ini dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Selain itu, Mazda juga akan memperluas penggunaan komponen dalam negeri melalui kolaborasi dengan industri pendukung nasional.
Baca Juga
Bos Mazda: Faktor Emosi dan Rasionalitas Jadi Penentu Pasar Mobil Indonesia pada 2026
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menilai bahwa investasi tersebut akan memperkuat industri manufaktur otomotif nasional.
"Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan aktivitas manufaktur dalam negeri, penguatan alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif," kata Setia Diarta.
