IHSG Dibuka Melemah Awal Oktober Ini, Mayorita Saham di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026), dibuka melemah sebanyak 12 poin (0,22%) menjadi 6.060. Rentang pergerakan 6.050-6.085.
Penurunan indeks berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat pagi ini. Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti industry, material dasar, kesehatan, teknologi, infrastruktur, property, hingga transportasi. Tekanan juga datang dari berlanjutnya koreksi saham GOTO, BREN, dan TLKM.
Baca Juga
Hari Ini, Short Selling Kembali Dibuka, Analis Ungkap Dampaknya ke Pasar
Meski IHSG lanjutkan penurunan, sejumlah saham berikut justru berhasil torehkan lompatan harga, seperti MGNA naik 25% menjadi Rp 175, SAFE menguat 24,56% menjadi Rp 710, dan BESS naik 19,61% menjadi Rp 910.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 50,56 poin (0,83%) ke level 6.071 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,61 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham big cap, seperti BBCA senilai Rp 231,10 miliar, TLKM mencapai Rp 225,11 miliar, dan BMRI mencapai Rp 205,94 miliar.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi turun 2,76%, sektor konsumer primer melemah 2,36%, sektor energi turun 1,35%, sektor keuangan melemah 0,60%, sektor infrastruktur turun 0,36%, sektor transportasi 0,70%, sektor property 0,36%, dan sektor material dasar turun 0,28%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry sebanyak 1,17% dan sektor konsumer non primer naik 0,15%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini melanda saham AIMS naik 25% menjadi Rp 605, SAFE naik 25% menjadi Rp 570, BSWD naik 24,68% menjadi Rp 2.880, BLTZ naik 24,53% menjadi Rp 2.310, dan CCSI naik 24,50% menjadi Rp 376.
