30 Menit Transaksi, IHSG Jatuh 1,15% ke Bawah 5.900, Semua Sektor Saham di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2026), telah jatuh lebih dari 70 poin (1.15%) menjadi ke bawah 5.900, tepatnya 5.873 hanya dalam 30 menit transaksi dibuka. Penurunan sejalan dengan kejatuhan mayoritas sektor saham.
Pelemahan tersebut sejalan dengan pelemahan pasar saham Asia, seperti Nikkei yang anjlok parah lebih dari 3.255 poin, Kospi anjlok paray, dan Strait Times jatuh lebih dari 55 poin. Penurunan juga dipicu atas pelemahan nilai tukar rupiah.
Baca Juga
Total (TOTL) Bidik Cuan dari Proyek Data Center, Target Harga Saham Segini
Tekanan IHSG juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti saham sektor energi dan material dasar turun lebih dari 2%. Adapun saham sektor industry, konsumer non primer, konsumer primer, infrastruktur, transportasi, teknologi, dan property turun lebih dari 1%.
Tekanan IHSG juga dipicu atas pelemahan sejumlah saham big cap, seperti DSSA, AADI, BYAN, EMAS, PANI, CBDK, TINS, BBCA, dan BBRI. Penurunan juga dipicu pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, dan BRPT.
Sebaliknya lompatan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda empat saham berikut, yaitu saham BSWD melesat 25% menjadi Rp 4.500, PTSP naik 24,72% menjadi rp 1.665, TFCO menguat 24,61% menjadi Rp 1.985, dan ALDO naik 24,60% menjadi Rp 1.950.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup rebound tipis hanya 17,04 poin (0,29%) menjadi 5.943.Sebaliknya pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,13 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang utama BYAN senilai Rp 1,12 triliun.
Penguatan didorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry naik 0,36%, sektor konsumer non primer naik 0,41%, sektor material dasar naik 0,05%, sektor teknologi menguat 2,76%, sektor proeprti naik 1,78%, sektor kesehatan naik 0,29%, sektor transportasi naik 0,22%, dan sektor keuangan menguat 0,06%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi 0,59%, sektor konsumer primer melemah 0,72%, dan sektor infrastruktur melemah 0,19%.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, enam saham berikut berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRON naik 34,67% menjadi Rp 101, SONA naik 25% menjadi Rp 3.450, BLTZ naik 24,93% menjadi Rp 4.210, BIKE menguat 24,92% menjadi Rp 4.160, PTSP naik 24,77% menjadi Rp 1.335, dan ARTA naik 24,65% menjadi Rp 2.680
