IHSG Anjlok 80 Poin Hanya dalam Sejam Transaksi Dibuka, Semua Sektor Saham di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), berbalik anjlok sebanyak 80 poin (1,58%) menjadi 5.015 hanya dalam sejam transaksi berjalan. Tekanan jual tersebut sejalan dengan kejatuhan mayoritas sektor saham.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer, dan infrastruktur lebih dari 2%. Tekanan jual juga melanda saham sektor konsumer non primer, keuangan, hingga property.
Baca Juga
Aluminium Jadi Mesin Uang Baru, Saham Alamtri Minerals (ADMR) Ditargetkan Menuju Level Ini
Meski jatuh, beberapa saham berikut masih berhasil catatkan lompatan harga, seperti MKNT naik 28,57% menjadi Rp 18, AIMS naik 24,49% menjadi Rp 605, TMPO naik 24,14% menjadi Rp 216, dan BSWD melesat 19,81% menjadi Rp 9.675.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Baca Juga
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
