IHSG Bergerak di Zona Merah Awal Sesi Hari Ini, Sebaliknya Saham TRUE hingga BAJA Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9/2026), sempat dibuka naik tipis 5,74 poin (0,09%), namun memasuki transaksi berbalik anjlok 24 poin (0,35%) menjadi 6.423. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pasasr saham Asia yang cenderung menguat.
Penurunan indeks dipicu kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti energi, material dasar, konsumer primer, konsumer non primer, keuangan, infrastruktur, dan transportasi. Sebaliknya saham property, teknologi, kesehatan, dan industry naik tipis.
Baca Juga
Prospek Saham BBNI Makin Menarik Usai Pertumbuhan Laba Pesat hingga Agustus 2026
Meski IHSG bergerak melemah, sejumlah saham berikut catatakan lompatan harga pagi ini, seperti TRUE naik 22,39% menjadi Rp 82, NASII naik 17,09% menjadi Rp 274, dan KICI menguat 18,75% menjadi Rp 66. Kenaikan pesat juga melanda saham BAJA sebanyak 16,57% menjadi Rp 408.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup kembali melemah sebanyak 21,27 poin (0,33%) menjadi 6.441,16 dengan nilai penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 1,79 triliun. Aksi tersebut menjadikan IHSG sepanjang pekan lalu turun disertai dengan penjualan bersih bernilai jumbo.
Penurunan indeks akhir pekan lalu dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti big bank, saham BMRI anjlok 2,04%, BBNI melemah 2,41%, BBCA turun 0,79%, dan BBRI melemah 0,60%. Kejatuhan juga dipicu penurunan drastic saham JARR sebanyak 14,08%, MORA 5,37%, AMMN melemah 4,49%, dan RATU turun 3,22%. Sebaliknya penahan kejatuhan indeks datang dari lompatan saham BYAN.
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Teken Restrukturisasi, Sahamnya masih Lanjut Suspensi
Pembalikan arah indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti property 1,44%, sektor industry 1,64%, sektor kesehatan 1,12%, sektor infrastruktur 0,82%, sektor keuangan 0,93%, sektor energi 0,51%, sektor material dasar 0,18%, sektor konsumer primer 0,16%, dan sektor transportasi 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 0,27%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NASI menguat 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34% menjadi Rp 67, BAJA menguat 25% menjadi Rp 350, saham KICI naik 24,82% menjadi Rp 352, dan BYAN naik 19,96% menjadi Rp 13.825.
