IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,27%, Sebaliknya Saham TRUE hingga INTD Cetak Lompatan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (21/9/2026), ditutup melemah 17,65 poin (0,27%) menjadi 6.423. Rentang pergerakan 6.388-6.451 dengan nilai transaksi Rp 13,21 triliun.
Penurunan indeks dipengaruhi atas pelemahansejumlah sektor saham, seperti konsumer non primer 0,38%, infrastruktur 0,40%, keuangan 0,19%, konsumer non primer 0,38%, dan kesehatan sebanyak 0,05%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, property, konsumer primer, dan industry.
Baca Juga
Pembiayaan Konsumer Bank Muamalat Naik 54,63% Jadi Rp 5,3 Triliun pada Semester I 2026
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham TRUE menguat 29,85% menjadi Rp 87, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, BAJA naik 21,71% menjadi Rp 426, BBSS menguat 21,52% menjadi Rp 96, CSMI menguat 20,69% menjadi Rp 210, dan INTD naik 20,33% menjadi Rp 296.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup kembali melemah sebanyak 21,27 poin (0,33%) menjadi 6.441,16 dengan nilai penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 1,79 triliun. Aksi tersebut menjadikan IHSG sepanjang pekan lalu turun disertai dengan penjualan bersih bernilai jumbo.
Penurunan indeks akhir pekan lalu dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti big bank, saham BMRI anjlok 2,04%, BBNI melemah 2,41%, BBCA turun 0,79%, dan BBRI melemah 0,60%. Kejatuhan juga dipicu penurunan drastic saham JARR sebanyak 14,08%, MORA 5,37%, AMMN melemah 4,49%, dan RATU turun 3,22%. Sebaliknya penahan kejatuhan indeks datang dari lompatan saham BYAN.
Baca Juga
Bitcoin Naik 6% Tembus US$ 81.000 di Tengah Kenaikan Yield Obligasi AS
Pembalikan arah indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti property 1,44%, sektor industry 1,64%, sektor kesehatan 1,12%, sektor infrastruktur 0,82%, sektor keuangan 0,93%, sektor energi 0,51%, sektor material dasar 0,18%, sektor konsumer primer 0,16%, dan sektor transportasi 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 0,27%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NASI menguat 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34% menjadi Rp 67, BAJA menguat 25% menjadi Rp 350, saham KICI naik 24,82% menjadi Rp 352, dan BYAN naik 19,96% menjadi Rp 13.825.
