IHSG Sesi I Ditutup Terjun Bebas 10,76%, Sebaliknya Saham BSWD, ABDA, dan TRUK Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (16/10/2026), ditutup terjun sebanyak 630,78 poin (10,76%) ke level terendah dalm enam tahun terakhir 5.233. Rentang pergerakan 5.193-5.863 dengan nilai transaksi Rp 16,48 triliun.
Bahkan, BEI sempat menerapkan trading halt perdagangan saham pada pembukaan yang berlangsung 30 menit. Penurunan IHSG berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang menguat. Penurunan indeks juga sejalan dengan kejatuhan rupiah.
Baca Juga
Penurunan indeks juga dipicu atas pelemahan saham sektor energi 12,21%, sektor material dasar turun 12,96%, sektor industry melemah 10,79%, sektor konsumer non primer turun 9,70%, sektor konsumer primer melemah 10,15%, sektor kesehatan turun 10,42%, sektor keuangan melemah 8,22%, sektor property melemah 9,37%, sektor teknologi turun 8,32%, sektor infrastruktur 12,13%, dan sektor transportasi melemah 9,45%.
Penurunan indeks juga dipicu kejatuhan seluruh saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BREN, TPIA, BMRI, DSSA. Kejatuhan juga melanda saham AMMN, BYAN, ASII, hingga saham-saham yang dikendalikan seluruh grup besar.
Sebaliknya tiga saham berikut justru berhasil menguat dengan catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham BSWD naik 25% menjadi Rp 5.625, ABDA melesat 24,93% menjadi Rp 4.710, dan TRUK naik 24,81% menjadi Rp 3.220. Lompatan juga melanda saham PTSP sebanyak 20,72% menjadi Rp 2.010.
Baca Juga
MSCI Usul Indonesia Turun ke 'Standalone Market', Analis Waspadai Outflow Asing
Kemarin, IHSG ditutup turun signifikan 63,24 poin (1,33%) menjadi 5.863. Sebaliknya pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, dan ENRG senilai Rp 72,32 miliar.
Pelemahan dipicu kejatuhan hampir seluruh saham big cap bersamaan dengan kejatuhan pasar saham Asia. Sejumlah big cap dengan kejatuhan dalam, yaitu saham BREN jatuh 6%, TEBE anjlok 14,65%, TPIA jatuh 5,67%, DSSA jatuh lebih dari 6%, BBCA jatuh hampir 1%, dan BYAN jatuh hampir 3%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU melesat 34,62% menjadi Rp 105, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, ALDO naik 24,92% menjadi Rp 1.955, PTSP naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000.
