Usai Laba 2023 Terbang, Bagaimana Dengan Target Saham Jasa Marga (JSMR)?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.800, seiring dengan lompatan laba bersih tahun lalu bersamaan dengan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini.
JSMR mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 147,81% menjadi Rp 6,79 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,74 triliun.
Baca Juga
Laba Bersih Jasa Marga (JSMR) Melesat 147,81%, Ternyata Gara-gara Ini
Lompatan laba tersebut didukung sejumlah faktor, seperti peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 16,58 triliun menjadi Rp 21,31 triliun. Pertumbuhan tertinggi disumbangkan pendapatan konstruksi dari Rp 2,80 triliun menjadi Rp 5,75 triliun.
Sedangkan penyumbang terbesar lompatan laba perseroan datang dari keuntungan dari nilai wajar investasi asosiasi senilai Rp 4,01 triliun tahun lalu, dibandingkan periode sama tahun lalu yang tidak ada. Laba bersih juga ditopang kenuntungan dari pembelian dengan diskon Rp 1,05 triliun.
“Realisasi laba bersih Jasa Marga sepanjang tahun 2023 telah melampaui perkiraan Mandiri Sekurtias dan consensus analis. Sedangkan faktor pemicu utama lopatan adalah keuntungan dari buyback RDPT bersamaan dengan kenaikan pendapatan,” tulis riset Mandiri Sekuritas di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Prospek Kinerja dan Saham Jasa Marga (JSMR) Direvisi Naik, Simak Faktor Pendukung Berikut
Pencapain laba tersebut setara dengan 106% dari estimasi yang diberikan Mandiri Sekuritas. Angka tersebut juga melampaui perkiraan consensus analis atau setara dengan 107%. Kenaikan laba juga didukung keberhasilan perseroan menekan beban keuangan, sejalan dengan penurunan rasio utang.
Lompatan laba tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga menjadi Rp 5.800. Rekomendasi beli tersebut juga menggambarkan berlanjutnya tren pertumbuhan pendapatan JSMR.
“Kami menyukai saham JSMR dan menjadi pilihan teratas juga didukung atas tingkat suku bunga sudah mencapai puncak, sehingga terbuka tren penurunan suku bunga ke depan,” terangnya.

