Teken Divestasi 35% JTT, Bagaimana Dampaknya ke Saham Jasa Marga (JSMR)?
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berpotensi meraup tambahan laba bersih senilai Rp 450 miliar dari divestasi 35% saham PT Jalan Tol Transjawa. Aksi ini juga diharapkan menekan beban keuangan perseroan.
Jasa Marga (JSMR) sebelumnya telah menuntaskan divetasi 35% saham PT Jalan Tol Tansjawa (JTT) senilai Rp 15,74 triliun. Konsorsium First Pacific, perusahaan affiliasi Salim Group, menggandeng Governmet of Singapore Investment Corporation (GIC) bertindak sebagai pembeli.
Baca Juga
Divestasi 35% Saham JTT, Jasa Marga (JSMR) Raup Dana Segar Rp 12,82 Triliun
First Pacific melalui Metro Pacific Tollways Corporationa (MPTC) dengan mengakuisisi sebanyak 28,5% saham JTT dari Jasar Marga senilai Rp 12,82 triliun. MPTC juga membeli sebanyak 4,2% saham JTT senilai Rp 2,5 triliun. Sedangkan sisanya dibeli GIC melalui Warrington Investmenets Pte Ltd (WIPL) dengan membli 10,5% JTT.
“Kami menilai bahwa divestasi ini menarik, karena berpotensi menaikkan laba bersih Jasa Marga Rp 450 miliar. Aksi ini juga bisa menekan beban keuangan perseroan. Di sisi lain, JSMR masih tetap menjadi pengendali dengann kepemilikan 65% saham JTT,” tulis analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang dirilis di Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Estimasi Keuangan JSMR
Sucor Sekuritas
Selain sentimen divestasi saham, dia mengatakan, JSMR didukung kenaikan tarif ruas tol, seperti kenaikan tarif ruas Japek, pulihnya trafik lalu lintas pada jalan tol yang sebelumnya telah dikenakan kenaikan tarif, dan rencana peningkatan tarif tiga ruas tol baru.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.600. Target tersebut mengimplikasikan 17,2 kali PE.
Baca Juga
Perusahaan Affiliasi Grup Salim Teken Akuisisi 35% Saham Ruas JTT dari Jasa Marga (JSMR)
Target harga tersebut juga mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti konsistensi perseroan mencatatkan arus kas positif, peningkatan kontribusi ruas tol baru, dan didukung peningkatan trafik ke depan.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih JSMR senilai Rp 2,73 triliun tahun 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 2,70 miliar, Pendapatan perseroan diperkirakan meningkat dari Rp 17,81 triliun menjadi Rp 18,97 triliun.
Grafik Saham JSMR

