Jasa Marga (JSMR) Siapkan Divestasi JTT, Bagaimana dampaknya bagi Perseroan?
JAKARTA, investortrust.id – Rencana PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mendivestasi sekitar 35% saham PT Jasamarga Transjawa (JTT) dinilai bisa berdampak positif terhadap penurunan rasio utang. Namun demikian aksi korporasi ini bisa menurunkan total aset hingga memicu penurunan tingkat pertumbuhan pendapatan ke depan.
Metro Pacific Tollways Corp (MPTC), perusahaan jalan tol yang terdaftar di Filipina dengan portofolio ruas toal di Filipina, Vietnam, dan Indonesia ini, dikabarkan menjadi investor strategis yang akan mengakuisisi 35% saham PT Jasamarga Transjawa (JTT). Nilai akuisisinya diperkirakan mencapai US$ 1-1,5 miliar.
JTT diketahui mengelola jalan tol Trans Jawa sepanjang 676 kilometer dari Jakarta-Cikampek hingga Pasuruan. Dari panjang tersebut, Grup Jasamarga memiliki porsi sebesar 54%.Sedangkan MPTC merupakan perusahaan jalan tol yang teraffiliasi dengan grup Salim. MPTC melalui PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTI) juga bertindak sebagai pemegang 74,65% saham PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META).
Baca Juga
Chairman MTPC Manuel V Pangilinan sebelumnya mengungkapkan bahwa akuisisi sudah memasuki tahap final. Aksi korporasi tersebut membutuhkan waktu lebih lama, karena MPTC bertransaksi dengan perusahaan BUMN yang memiliki mekanisme persetujuan lebih kompleks, dibandingkan perusahaan swasta.
Divestasi sebagian saham ruas JTT telah masuk dalam program kerja Jasar Marga tahun 2024. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Jasa Marga (JSMR) Pramitha Wulanjani sebelumnya mengatakan, divestasi ruas tol tersebut sedang memasuki diskusi dengan para calon mitra strategis.Perseroan menargetkan divestasi aset ini tuntas pada semester I-2024.
Namun manajemen perseroan belum bersedia mengungkap nama calon mitra strategis yang sudah mengajukan ketertarikan mengakuisisi saham jalan tol tersebut.
JTT, anak usaha Jasa Marga (JSMR), mengoperasikan sejumlah ruas tol yang berada di Pulau Jawa. JTT mengelola sekitar 13 ruas jalan tol di Trans Jawa dengan total panjang 673,21 kilometer (km). Ruas tol tersebut terdiri atas Tol Jakarta-Cikampek sepanjang 83 km, ruas Tol Mohamed Bin Zayed sepanjang 38 km, ruas Tol Palimanan Kanci sepanjang 28,74 km, ruas Tol Semarang seksi A,B,C sepanjang 24,75 km.
Baca Juga
Meski Laba Melesat, Jasa Marga (JSMR) Hanya Bagikan Dividen Segini
JTT juga mengelola ruas Tol Semarang-Batang dengan panjang 74,9 km, ruas Tol Surabaya-Gempol sepanjang 49 km, ruas Tol Semarang-Solo sepanjang 72,6 km, ruas Tol Solo-Ngawi sepanjang 91,09 km, ruas Tol Ngawi-Kertosono sepanjang 88,57 km, ruas Tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,72 Km. Kemudian, juga ruas Tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,6 km, ruas Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,49 km, serta ruas Tol Gempol-Pasuruan sepanjang 34,2 km.
Terkait transaksi tersebut, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai bahwa keputusan divestasi tersebut akan berimbas terhadap penurunan total aset JSMR dan bisa berdampak terhadap tingkat pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Jaringan Jalan Tol JSMR
“Namun apabila dana hasil divestasi bisa digunakan untuk ekspansi bisnis dengan yang lebih menguntungkan tentu keptusan divestasi ini akan berimbas positif terhadap JSMR ke depan. Mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik buat para pemegang saham,” ujarnya kepada Investortrust.id di Jakarta, hari ini.
Terkait potensi harga saham JSMR, dia mengatakan, dilihat dari tren kinerja dan penurunan harga saham akhir-akhir ini, peluang penguatan terbuka lebar. Saat ini, Saham JSMR sedang dalam fase corrective wave dengan target harga Rp 5.475, jika saham ini berhasil bullish consolidation.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Catatkan Lonjakan Volume Lalu Lintas Ruas Tol di Luar Jawa
Sementara itu, Analis Central Capital Futures Wahyu Tri Laksono menilai bahwa divestasi aset merupakan satu strategi investasi dan bisnis untuk menarik aset demi mendapatkan profit yang lebih besar di masa depan. Jadi divestasi dilakukan pasti dengan perhitungan ada keuntungan yang didapat.
“Jika nilai saham yang dilepaskan cukup tinggi dari sebelumnya atau untuk menghindari kerugian atau menciptakan efisiensi jadi divestasi tersebut dinilai positif bagi perseroan,” jelasnya kepaa investortrust.id di Jakarta, hari ini.
Dia berpendapat, divestasi Tol Transjawa ini menguntungkan bagi perseroan, karena valuasi harga jualnnya diperkirakan tinggi. Aksi korporasi ini juga diharapkan menjadi sentiment positif terhadap pergerakan saham JSMR ke depan.
Pangkas Utang
Sementara itu, analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam risetnya menyebutkan bahwa Jasa Marga (JSMR) akan diuntungkan atas divestasi sebagian saham ruas tol JTT tahun ini. Berdasarkan perhitungan, nilai divestasinya lebih dari Rp 11,6 triliun yang sebagian besar dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mengurangi utang.
Berdasarkan data keuangan, Jasa Marga (JSMR) membukukan total liabilitas senilai Rp 90,87 triliun hingga akhir Maret 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 90,40 triliun. Sebagian besar utang tersebut merupakan utang jangka panjan Rp 69,48 triliun, seperti utang abnk, obligasi, dan sebagainya.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Pinjaman Rp 1,04 Triliun untuk Akses Tol Patimban
Namun demikian, dia mengatakan, perseroan masih membutuhkan dana pinjaman besar untuk membiayai pengembangan lima ruas tol yang tengah digarap hingga kini . Nilai investasi pembangunan ruas tersebut bisa menelan belanja modal senilai Rp 58 triliun.
“Meskipun divestasi bisa menurunkan total utang jangka pendek, kami tetap mengantispasi peluang kenaikan rasio utang JSMR ke level sebelumnya untuk jangka panjang, karena perusahaan perlu mengamankan pembiayaan besar untuk pembangunan lima ruas tol berikutnya,” tulisnya.
Hingga Maret 2024, JSMR berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 4,44 triliun menjadi Rp 6,04 triliun hingga kuartal I-2024. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba usaha dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,96 triliun. Laba berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik dari Rp 497,56 miliar menjadi Rp 585,92 miliar.
Grafik Saham JSMR

