IHSG Sesi I Anjlok 60 Poin, Sektor Teknologi Dipimpin GOTO Jadi Penekan Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin 928/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 60,46 poin (0,97%) menjadi 6.181. Penurunan tersebut berbanding terbalik dibandingkan pasar saham Asia.
Penurunan ini juga sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Penurunan indeks ini juga sejalan dengan mulai diterapkannya harga saham minimum dari Rp 50 menjadi Rp 1 per saham.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 16.000 di Tengah Penguatan Dolar AS
Penurunan juga sejalan dengan pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 4,10%, konsumer primer 2,71%, material dasar 1,56%, infrastruktur 1,62%, keuangan 1,13%, sektor property 1,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor 0,25%, sektor industry 0,63%, dan energi 0,69%.
Sebaliknya saham dengan penguatan harga paling pesat hari ini, yaitu saham BEKS naik 31,82% menjadi Rp 29, BLTA naik 31,25% menjadi Rp 42, VIVA naik 27,78% menjadi Rp 46, BTEK menguat 27,27% menjadi Rp 14, ANDI naik 27,27% menjadi Rp 28, dan ELTY menguat 26,67% menjadi Rp 38.
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup tergerus hingga 199,26 poin atau 3,09% menjadi 6.241. Penurunan tersebut memicu menguapnya kapitaliasi pasar saham hingga Rp 361 triliun. Penurunan indeks juga disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham hingga Rp 3,15 triliun.
Baca Juga
Penurunan indeks tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah saham kapitalisasi pasar besar, seperti BYAN sebanyak 12,48%, BBRI 4,83%, BMRI mencapai 4,23%, TLKM sebanyak 5,86%, dan BRMS mencapai 8,33%.
Pelemahan indeks pekan lalu juga dipicu atsa kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar kejatuhan sektor industry 5,48%, sektor infrastruktur 4,10%, sektor konsumer non primer 3,50%, sektor teknologi 3,96%, dan sektor keuangan 2,41%.
