IHSG Sesi I Lagi-Lagi Anjlok, Saham BREN dan AMMN Penekan Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (31/5/2024), ditutup melemah 44,98 poin (0,64%) ke level terendah baru year to date (ytd) menjadi 6.989,16.
Pelemahan indeks didukung penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 2,68%, sektor industry 1,62%, sektor consumer primer 0,60%, dan sektor kesehatan 0,85%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 1,67% dan sektor consumer non primer 0,50%.
Baca Juga
Sedangkan faktor utama penekan indeks berasal dari koreksi saham emiten kapitalisasi pasar terbesar, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah hingga auto reject bawah (ARB) Rp 900 (9,86%) menjadi Rp 8.225.
Koreksi juga dipicu atas penurunan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik Rp 625 (5,02%) menjadi Rp 11.825 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 175 (1,91%) menjadi Rp 8.975.
Sebaliknya saham dengan kenaikan paling tinggi melanda saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) naik Rp 850 (17%) menjadi Rp 5.850, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) naik Rp 85 (16,83%) menjadi Rp 590, dan PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menguat Rp 46 (10,36%) menjadi Rp 490.
Baca Juga
Pendapatan Tumbuh 74% di Kuartal I, ITSEC Asia (CYBR) Optimistis Cetak Laba Tahun Ini
Kemarin, IHSG ditutup terjerembab hingga 106,09 poin (1,49%) menjadi 7.034,14. Pemodal asing kembali membukukan penjualan bersih (net sell) saham dengan total Rp 1,18 triliun. Net sell terbanyak masih melanda saham perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Berdasarkan data bursa, total net sell empat saham bank besar month to date (mtd) telah mencapai level dari Rp 14 triliun. Nilai net sell BBRI mencapai Rp 7,03 triliun, BMRI Rp 3,77 triliun, BBCA Rp 2,47 triliun, dan BBNI Rp 774,33 miliar.
Grafik IHSG

