IHSG kembali Dibuka Anjlok, Saham Sektor Keuangan masih Jadi Penekan Utama
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/9/2024), kembali dibuka melemah sebanyak 45 poin (0,60%) menjadi 7.701. Penurunan saat pembukaan pasar sudah berjalan dalam empat hari beruntun.
Penurunan perdagangan hingga pukul 09.02 WIB tersebut dipicu koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor consumer primer, sektor consumer non primer, sektor keuangan, dan sektor infrastruktur. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor property, sektor kesehatan, material dasar, dan industry.
Baca Juga
Emiten Hary Tanoe Ini Kembali Borong Saham MNC Land (KPIG), Nilainya Segini
Meskipun IHSG awal transaksi anjlok, tiga saham ini malah tetap perkasa, seperti saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik 19% menjadi Rp 131, PT Voksel Electris Tbk (VOKS) menguat 16,41% menjadi Rp 298, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 18% menjadi Rp 354.
Sebaliknya tiga saham dengan penurunan paling dalam awal transaksi ini, yaitu saham PT Megapower Makmur Tbk (MPOW), PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), dan PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS).
IHSG kemarin ditutup naik tipis 3,62 poin (0,05%) menjadi 7.744,52. Namun pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,26 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang terbesar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total Rp 2,82 triliun.
Baca Juga
Saat Margin Keuntungan Triputra Agro (TAPG) Tumbuh Signifikan, Begini Prospek Sahamnya
Penguatan tipis IHSG kemarin ditopang kenaikan saham material dasar sebanyak 1,28%, sektor kesehatan 2,29%, sektor teknologi 1,58%, sektor energi 0,77%, dan sektor consumer non primer 0,64%. Sebaliknya pekena utama indeks datang dari penurunan saham sektor keuangan 0,40%, sektor transportasi 0,79%, dan sektor consumer primer 0,41%.
Meski IHSG hanya naik tipis, tiga saham ini justru melesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT VOksel Electric Tbk (VOKS) naik 34,74% menjadi Rp 256, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) menguat 25% menjadi Rp 4.350, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) menguat 25% menjadi Rp 2.700.

