Adopsi Bitcoin Indonesia Tembus 18%, Transaksi FLOQ Ikut Naik 15%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Adopsi Bitcoin di Indonesia terus berkembang di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Hal itu tercermin dari aktivitas perdagangan Bitcoin yang naik ketika harga aset kripto terbesar tersebut menguat dalam sepekan.
Jika melirik CoinMarketCap, Rabu (23/9/2026), harga Bitcoin berada di level US$ 86.221,26 atau naik 0,84% dalam 24 jam terakhir dan meningkat 14,32% dalam sepekan belakangan. Bahkan, Bitcoin sempat menyentuh US$ 87.363 pada Senin lalu (21/9/2026).
Penguatan itu diikuti peningkatan aktivitas perdagangan di pasar kripto. Pada platform FLOQ misalnya, mencatat kenaikan volume transaksi lebih dari 15% di periode yang sama.
Sementara, dalam riset Cornell Bitcoin Adoption Index yang dikembangkan Cornell Brooks Tech Policy Institute yang melibatkan lebih dari 250.000 responden dan 250 wawancara di 25 negara, sekitar 18% populasi dewasa Indonesia pernah atau sedang memiliki Bitcoin. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Amerika Serikat yaitu 14% dan Jepang 10%.
CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengungkapkan, tingkat kepemilikan Bitcoin di Indonesia menunjukkan aset digital semakin dikenal oleh masyarakat dari berbagai kelompok.
“Ketika tingkat kepemilikan Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara maju, ini menjadi sinyal bahwa minat terhadap Bitcoin di dalam negeri memiliki basis yang cukup luas,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga
Bitcoin Masih Bisa Menguat? Ini Level Harga yang Perlu Dipantau
Selain mengukur kepemilikan Bitcoin, riset Cornell juga melihat keterkaitannya dengan kondisi ekonomi, inklusi keuangan, persepsi masyarakat, serta pola penggunaan aset digital.
Di Indonesia, kepemilikan Bitcoin juga cukup tinggi pada kelompok berpenghasilan dan pendidikan tinggi. Tingkat kepemilikan pada kelompok berpenghasilan tinggi mencapai 20%, sedangkan kelompok dengan pendidikan sarjana atau lebih tinggi juga berada di angka 20%.
“Tantangannya sekarang adalah memastikan pertumbuhan adopsi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan pemahaman terhadap risiko,” kata Yudhono.
Menurutnya, kenaikan harga Bitcoin juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya perhatian investor terhadap pasar kripto. Kenaikan aktivitas perdagangan itu menunjukkan respon investor terhadap perubahan harga Bitcoin.
“Kami melihat kenaikan volume transaksi lebih dari 10% seiring dengan penguatan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika terjadi pergerakan harga yang signifikan, investor kembali meningkatkan perhatian dan aktivitasnya di pasar,” ucap Yudhono.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas perdagangan perlu disertai edukasi agar investor tak hanya mengikuti momentum harga, tapi juga memahami faktor yang mempengaruhi pasar serta risiko dari setiap keputusan investasi.
Baca Juga
Perluas Fitur Finansial, X Integrasikan Ticker Saham dan Kripto dengan Platform Perdagangan
Perkembangan itu terjadi seiring semakin luasnya ekosistem aset digital di Indonesia. Pertumbuhan jumlah pengguna platform aset keuangan digital berjalan bersamaan dengan perkembangan regulasi dan pengawasan industri.
“Bagi pelaku industri, perkembangan adopsi Bitcoin di Indonesia menjadi indikasi bahwa aset digital semakin masuk ke dalam perhatian masyarakat sebagai salah satu bagian dari ekosistem investasi,” ujar Yudhono.
“Momentum kenaikan harga Bitcoin sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun pertumbuhan pasar yang diikuti edukasi dan pemahaman risiko,” sambungnya.
