SILO Akuisisi 14 Properti RS, BRI Danareksa Pasang Target Rp 2.850
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dengan target harga Rp 2.850 per saham. Target harga tersebut tetap dipertahankan meski rencana akuisisi 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit berpotensi menekan laba SILO dalam jangka pendek.
Dalam riset yang dirilis Rabu, (23/9/2026) BRI Danareksa Sekuritas menilai prospek pertumbuhan SILO dalam jangka panjang masih tetap terjaga. Namun, akuisisi tersebut diperkirakan memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan perseroan karena meningkatnya biaya pembiayaan.
SILO telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk mengakuisisi saham 14 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit dari First REIT (First Real Estate Investment Trust) dengan nilai transaksi sekitar Rp 6,91 triliun.
Akuisisi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembelian delapan perusahaan dengan nilai transaksi sekitar Rp 4,1 triliun dan ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Sementara itu, tahap kedua mencakup enam perusahaan dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,8 triliun. Pelaksanaan tahap kedua dapat dilakukan hingga 31 Maret 2027.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan akuisisi tersebut akan menekan laba bersih SILO sekitar 4% pada 2026 dan 24% pada 2027 dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Baca Juga
Kinerja Emiten Rumah Sakit Tetap Solid, Intip Target Harga Saham MIKA, HEAL, dan SILO Berikut
Tekanan laba terutama berasal dari kenaikan biaya pembiayaan. BRI Danareksa Sekuritas menggunakan asumsi biaya bunga sekitar 6,5% untuk pembiayaan transaksi tersebut.
Selain itu, SILO akan mendapatkan penghematan karena tidak lagi perlu membayar biaya sewa atas sejumlah properti rumah sakit yang diakuisisi. Namun, penghematan tersebut diperkirakan sebagian besar tertutup oleh tambahan biaya penyusutan aset.
Dampak akuisisi tahap pertama terhadap kinerja SILO diperkirakan mulai terlihat pada kuartal IV-2026. Dengan demikian, tekanan terhadap laba diperkirakan akan lebih terasa pada 2027 ketika dampak kedua tahap akuisisi mulai tercermin dalam kinerja perseroan.
Meski berpotensi menekan laba dalam jangka pendek, BRI Danareksa Sekuritas menilai transaksi tersebut dapat memperkuat prospek SILO dalam jangka panjang. Akuisisi akan membuat SILO memiliki lebih banyak aset rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap aset sewaan dapat berkurang.
BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan operasional SILO pada kuartal III-2026 tetap kuat. Namun, kinerja tersebut berpotensi tertahan oleh dampak akuisisi yang mulai masuk pada kuartal IV-2026.
