Kinerja Lampaui Target, Target Harga Saham Siloam (SILO) Direivisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan dan target harga saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) direvisi naik, seiring dengan torehan lompatan kinerja keuangan yang dicapai selama sembilan bulan pertama 2023 (9M23) hingga September.
Revisi naik target kinerja keuangan dan saham tersebut juga menggambarkan kemampuan perusahaan Grup Lippo ini meningkatkan margin keuntungan dengan menerapkan sistem teknologi baru. Pertumbuhan juga didukung jumlah pasien yang ditangani perseroan terus bertumbuh.
Siloam mencetak lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 96,75% dari Rp 449,21 miliar menjadi Rp 883,83 miliar hingga kuartal III-2023.
Pertumbuhan pesat tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari Rp 6,93 triliun menjadi Rp 8,24 triliun sampai September 2023. Perseroan juga berhasil mengerek naik margin EBITDA dan laba bersih hingga kuartal III-2023 masing-masing menjadi 30,6% dan 13,9%.
Manajemen Siloam (SILO) dalam keterangan resmi, Jumat (27/10/2023), menyebutkan pertumbuhan yang kuat ini didukung atas peningkatan volume rawat inap dan rawat jalan. Pertumbuhan juga didukung oleh hasil program digital yang telah digarap sejak tahun 2018 dan kini telah membuahkan hasil.
Hingga September 2023, Siloam mencatatkan peningkatan jumlah rawat inap sebanyak 29,1% menjadi 223.191 pasien, hari rawat inap meningkat 18,6% menjadi 696.966 hari, dan rawat jalan bertumbuh 27,9% menjadi 2,88 juta kunjungan.
Analis Sucor Sekuritas Eriza Putri mengatakan, lompatan laba bersih perseroan menggambarkan bahwa perseroan berhasil mendongkrak volume pasien yang berkunjung ke rumah sakit Siloam. Lompatan juga didukung oleh peningkatan pesat margin keuntungan setelah berbagai insiatif efisiensi dituntaskan oleh manajemen.
Perseroan berhasil mendongkrak margin dari 35,9% menjadi 39,2% hingga kuartal III-2023 setelah beban pengadaan obat turun 22,2% terhadap pendapatan, dibandingkan sebelumnya mencapai 23,5% terhadap pendapatan. Hal ini berimbas terhadap lompatan margin keuntungan bersih eprseroan menjadi 10,4%.
“Lompatan margin yang berimbas terhadap kenaikan laba tersebut menggambarkan bahwa strategi pengendalian biaya berjalan dengan baik, seperti negosiasi pengadaan obat-obatan dan lainnya, proses standardisasi, dan optimalisasi biaya pasien BPJS,” kata Eriza dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Berdasarkan data, kata Eriza, inisiasi pengendalian biaya tersebut berimbas terhadap pengurangan biaya senilai Rp 120 miliar hingga September 2023. Angka pengendalian tersebut diharapkan mencapai Rp 840 miliar dalam lima tahun mendatang.
“Dengan demikian diperkirakan pertumbuhan margin keuntungan bersih perseroan terus meningkat dengan perkiraan mencapai 11-13% dalam lima tahun mendatang. Sedangkan net margin tahun ini diprediksi naik menjadi 10,5%,” kata Eriza.
Selain faktor tersebut, Sucor Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan Siloam untuk mencatatkan peningkatan volume pasien dan pendapatan per pasien dari program klinik kompleksitas tinggi, seperti Cardiologi, Oncology, Neurology, Gastroenterologu, dan Orthopedics.
Pertumbuhan kinerja keuangan, terang dia, juga didukung penambahan jaringan rumah sakit dan jumlah tempat tidur. Pertumbuhan tersebut diharapkan terus berlanjut ke depan, seiring pembangunan dua rumah sakit Kemang dan Manyar yang diharapkan mulai beroperasi tahun 2025 dan 2026.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Invest Sekuritas merevisi naik target harga saham SILO dari Rp 2.260 menjadi Rp 2.870 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Saham SILO ditetapkan menjadi pilihan teratas untuk sektor rumah sakit, seiring berlanjutnya pertumbuhan pendapatan untuk klinik kasus-kasus kompleks, berlanjutnya strategi efisiensi, dan valuasi masih menarik.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih SILO menjadi Rp 1,19 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 710 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi melesat menjadi Rp 11,23 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 9,51 triliun.
Lampaui Target
Tingginya realisasi pertumbuhan kinerja keuangan hingga September 2023 mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik kinerja keuangan dan target saham SILO. Perolehan laba bersih perseroan hingga September 2023 telah melampaui estimasi atau merefleksikan 87,4% dari target Danareksa Sekuritas dan 82,9% dari target konsensus analis.
“Didukung pertumbuhan laba SILO yang solid hingga September 2023, kami melihat potensi peningkatan pendapatan dan margin keuntungan perseroan lebih kuat pada kuartal terakhir. Hal ini didukung berlanjutnya kenaikan pendapatan klinik kasus-kasus kompleks dan inisiatif efisiensi. Hal ini mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja perseroan tahun ini,” ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh dalam riset yang diterbitkan, Selasa (7/11/2023).
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih tahun ini dari semula Rp 982 miliar menjadi Rp 1,19 triliun. Begitu juga dengan target pendapatan direvisi naik dari awalnya Rp 10,93 triliun menjadi Rp 11,38 triliun.
Selain itu, BRI Danareksa Skeuritas menaikkan target pertumbuhan volume pasien tahun ini dari semula 14,1% menjadi 20,2%. Sedangkan perkiraan BOR (bed occupancy rate) direvisi naik dari 62% menjadi 65%.
Pertumbuhan pendapatan klinik penyakit kompleks dan berlanjutnya inisiatif pengendalian biaya, terang dia, akan membuat tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. Tingkat utilisasi tempat tidur perseroan yang masih rendah juga menjadi peluang bagi perseoran untuk menggaet lebih banyak pasien ke depan guna mendongkrak kinerja keuangan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham SILO dari Rp 2.200 menjadi Rp 2.900 dengan rekomendasi saham dipertahankan beli.
Kinerja harga saham SILO di BEI sangat impresif. Selama tahun berjalan, kenaikannya telah mencapai 91,3% (ytd), ditutup pada Rp 2.410 per 1 November, dibanding penutupan akhir Desember 2022 sebesar Rp 1.260. Saat ini, market cap SILO mencapai Rp 31,60 triliun.
Prospek Harga Saham SILO
BRI Danareksa Sekuritas
Rekomendasi : Beli
Target : 2.900
Sucor Sekuritas
Rekomendasi : Beli
Target : 2.870
4 Megatren
Presiden Direktur Siloam, Benny Haryanto mengatakan, perusahaan telah mengindikasikan empat megatren utama perawatan kesehatan di Indonesia seperti meningkatnya demografi populasi lansia, meningkatnya tingkat adopsi teknologi digital, meningkatnya kesadaran perawatan kesehatan terhadap perawatan pencegahan, dan digitalisasi perawatan kesehatan. “Selain itu, Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan pembelanjaan layanan kesehatan yang kuat selama beberapa tahun ke depan seperti yang ditunjukkan oleh CAGR industri layanan kesehatan dari tahun 2022 hingga 2030 yang diproyeksikan sebesar 7-8% menurut Kementerian Kesehatan Indonesia,” kata Benny.
Siloam sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia mengikuti tren tersebut dan menghadirkan berbagai inisiatif program klinis kuratif dan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan industri kesehatan di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan pasar dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan, kata Benny, Siloam telah menetapkan jalur untuk mencapai tingkat pertumbuhan dua digit yang tinggi, mengungguli industri kesehatan.
"Siloam membukukan hasil keuangan dan operasional yang signifikan pada kuartal ke-3 tahun 2023. Kami memiliki fokus yang kuat dalam mengembangkan program-program klinis serta mendorong efisiensi dan profitabilitas di setiap rumah sakit. Investasi Siloam dalam kapabilitas digital telah membuahkan hasil tidak hanya bagi pasien kami, namun juga bagi para pemegang saham,’’ papar Benny dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (28/10/2023).
Melalui implementasi Siloam 5.0 yang berkelanjutan, kata Benny, para pemegang saham dapat mengharapkan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan di sisa tahun ini dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
‘’Saya menantikan kesempatan lainnya untuk melaporkan kepada Anda mengenai pencapaian Siloam di tahun 2023 dan masa depan yang akan datang," imbuhnya.
Terkait peningkatan layanan, SILO mengaku telah menggelontorkan investasi besar untuk membangun ekosistem digital yang komprehensif, mencakup semua aspek perjalanan pasien. Mulai dari pemesanan, pendaftaran, manajemen data, serta hasil dan rekam medis, semua tersedia secara digital melalui aplikasi dan situs web MySiloam.
Perusahaan juga berhasil meluncurkan layanan laboratorium dan radiologi digital yang memberikan pengalaman perjalanan pasien yang lancar dari ujung ke ujung.
Hingga September 2023, saluran digital Siloam yang meliputi fitur Live Chat, WhatsApp, dan tele-chat dari MySiloam App terus meraih popularitas dan mencatat lebih dari 532 ribu pemesanan Rawat Jalan per September 2023 atau berkontribusi sekitar 21% dari total Rawat Jalan di periode tersebut.
Bukan hanya itu. Aplikasi MySiloam telah diunduh lebih dari 2 juta kali dan situs web Siloam telah mencapai 12 juta kunjungan per bulan per September 2023. ‘’Hal-hal tersebut telah menghasilkan kinerja keuangan yang lebih tinggi di September dibandingkan dengan September 2022,’’ pungkas Benny. (Hari Gunarto)

