IHSG Berpeluang Uji Support 6.200, Sebaliknya Saham BIPI hingga CUAN Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2026), berpotensi menguji support 6.200–6.180, sehingga investor perlu menunggu momentum dan reaksi harga di area tersebut sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Tiga saham pilihan hari ini adalah BIPI, RMKE, dan CUAN.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju indeks hari ini akan dipengaruhi pengumuman BI Rate hari ini, termasuk respons BI terhadap tekanan Rupiah dan kenaikan yield global, dengan ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75% dan optimalisasi intervensi valas.
Baca Juga
Iran Disebut Siap Buka Selat Hormuz dalam 7 Hari, Ini Syaratnya
Pergerakan indeks juga akan mencermati harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Trump–Xi yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan komoditas. “Secara teknikal, IHSG telah breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 6.410, sementara MACD masih menunjukkan bearish crossover dengan histogram negatif yang melebar,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan pasar saham Wall Street setelah Dow Jones turun 0,36% dan S&P500 melemah tipis 0,0007%. Sebaliknya indeks Nasdaq menguat 0,45%. Penurunan tersebut terjadi saat harga minyak turun ke bawah US$ 100 per barel.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BIPI dengan target harga Rp 158-165, RMKE dengan target harga Rp 416-432, dan CUAN dengan target harga Rp 985-1.040.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 107,69 poin (1,69%) menjadi 6.277 disertai dengan pemodal asing menjual bersih (net sell) saham senilai Rp 131,72 miliar Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 339,42 miliar, TINS mencapai Rp 104,75 miliar, dan BBCA mencapai Rp 101,44 miliar. Kejatuhan IHSG ini dipicu pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 2,76%, sektor industry melemah 2,31%, sektor property 2,01%, dan material dasar 1,96%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,33%.
Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan beberapa saham big cap, seperti BYAN jatuh 9,71%. Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, CDIA, hingga PTRO. Penurunan juga akibat kejatuhan saham AALI, AADI, ITMG, INDY, hingga DSNG.
Sebaliknya tiga saham berikut berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, BPTR menguat 33,78% menjadi Rp 99, dan SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376. Meski tak ARA, saham AGAR menguat 22,17% menjadi Rp 2.810, DFAM naik 19,57% menjadi Rp 110, dan STAR naik 15,79% menjadi Rp 440.
