IHSG Berpeluang Uji Support 6.000, Tiga Saham Dipimpin JECX Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/10/2026), diproyeksikan bergerak menguji level psikologis 6.000. Tiga saham JECX, VICI, dan WIFI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan laju IHSG akan dipengaruhi fokus pasar terhadap rilis data retail sales Indonesia pada Agustus yang diproyeksikan tumbuh 1,3% YoY, lebih tinggi dari 1,1% YoY pada Juli. Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk melihat keberlanjutan pemulihan konsumsi domestik.
Baca Juga
Suahasil: Yield US Treasury Melonjak Gegara Perang, Spread dengan SBN hanya Selisih 188 Bps
Laju indeks juga akan dipengaruhi aksi cermati investor terhadap UST yield, USD/IDR dan harga minyak di tengah bias hawkish The Fed. “Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 dengan 6.019 sebagai support terdekat. Fokus utama adalah mempertahankan area 6.000–6.019. Apabila support tersebut berhasil bertahan, tekanan jual berpotensi mereda. Namun break 6.000 akan meningkatkan risiko bearish dengan downside berikutnya menuju 5.854,” tulisnya.
Laju indeks akan dipengaruhi pergeraekan Wall Street semalam dengan penguatan Dow Jones 0,10%. Sebaliknya indeks S&P500 dan Nasdaq ditutup anjlok masing-masing 0,47% dan 1,26%. Harga minya juga mengalami lompatan dipengaruhi peningkatan eskalasi di Timur Tengah.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham JECX dengan target harga Rp 1.630-1.680, VICI dengan target harga Rp 1.340-1.400, dan WIFI dengan target harga Rp 1.480-1.570.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Strategi Khusus Mendongkrak Kelas Menengah Agar Tak Turun Kelas
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 115,44 poin (1,88%) menjadi 6.031 disertai investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 867,27 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 207,29 miliar, BMRI mencapai Rp 189,88 miliar, dan AMMN mencapai Rp 64,01 miliar.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 2,77%, sektor industry melemah 2,86%, sektor material dasar anjlok 2,04%, sektor infrastruktur turun 2,55%, sektor konsumer primer 2,09%, sektor keuangan 1,22%, sektor property 1,07%, sektor konsumer non primer turun 0,73%, sektor teknologi melemah 0,37%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan 0,70% dan sektor transportasi 0,61%.
Meski IHSG ditutup anjlok sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ARII naik 24,86% menjadi Rp 452, PEVE naik 24,85% menjadi Rp 412, SAFE naik 24,83% menjadi Rp 905, MCAS naik 24,56% menjadi Rp 284. Kenaikan juga melanda saham BLTA, BIKE, AKKU, dan SMMT.
