IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan Hari Ini, Sebaliknya Saham BIPI hingga GDST Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9/2026), berpotensi bergerak menguji support 6.200-6.180. Sebaliknya saham BIPI, IRSX, dan GDST direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi sentimen aksi tunggu pemodal terhadap hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia 22–23 September, khususnya respons BI terhadap tekanan Rupiah dan kenaikan yield global, dengan ekspektasi pasar masih mengarah pada hold BI Rate 5,75% dan optimalisasi intervensi valas.
Baca Juga
Laju indeks, terang BRI Danareksa Sekuritas juga akan dipengaruhi pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Trump–Xi yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan komoditas. “Secara teknikal, IHSG telah breakdown dari pola rising wedge dan kembali berada di bawah MA20 6.410, sementara MACD masih menunjukkan bearish crossover dengan histogram negatif yang melebar,” tulisnya.
Adapun pasar saham Wall Street ditutup melesat semalam setelah Dow Jones menguat 0,71%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1,49% dan Nasdaq mencapai 2,26%. Penguatan tersebut seiring dengan kejatuhan harga minyak dunia, seperti Brent turun ke bawah US$ 100 per barel.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BIPI dengan target harga Rp 158-165, IRSX dengan target harga Rp 460-475, dan GDST dengan target harga Rp 149-153.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10-Tahun Turun ke 4,95%, Pasar Menanti Sinyal The Fed
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 56,43 poin (0,88%) menjadi 6.384 disertai dengan investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 510,07 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BMRI senilai Rp 140,61 miliar, ANTM senilai Rp 139,93 miliar, dan BBCA mencapai Rp 131,34 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 0,93%, material dasar melemah 0,88%, konsumer non primer turun 0,94%, konsumer primer melemah 0,45%, infrastruktur 1,38%, keuangan 0,36%, teknologi 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,55%, kesehatan 0,21%, dan property 0,00%.
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu CSMI naik 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34,38% menjadi Rp 90, AGAR naik 25% menjadi Rp 2.300, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, HOPE naik 24,78% menjadi Rp 282, BAJA menguat 24,57% menjadi Rp 436, dan INTD naik 24,39% menjadi Rp 306. Meski tak ARA, saham BBSS naik 29,11% menjadi Rp 102 dan JAWA menguat 25,64% menjadi Rp 196.
