IHSG Berpeluang Lanjutkan Technical Rebound, Saham BBCA hingga PGAS Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2026), mulai menunjukkan technical rebound dengan rentang pergerakan 4.830-4.962. Tiga saham BBCA, ICBP, dan PGAS direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuirtas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen, sepertiKSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5,4–5,5%. Namun, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan persepsi risiko investasi.
Baca Juga
Dari global, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, hasil pemilu sela AS menjadi perhatian terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump, sementara data JOLTS September menunjukkan lowongan kerja meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi 7,10 juta. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan dolar AS.
“Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci 4.830–4.761. Namun, indeks masih bergerak jauh di bawah MA20 (5.420), sementara MACD berada di area negatif dengan garis MACD (-297) masih di bawah signal line (-271). Hal ini mengindikasikan tren bearish masih dominan meskipun tekanan jual mulai mereda. IHSG berpeluang menguji resistance 4.962–5.000. Jika belum mampu menembus area tersebut, risiko pelemahan kembali menuju 4.830–4.761 masih perlu diwaspadai,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 5.000-5.275, ICBP dengan target harga Rp 5.980-6.140, dan PGAS dengan target harga Rp 1.395-1.470.
Baca Juga
Perkuat Operasional Global, Pertamina Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair
Kemarin, IHSG ditutup berbalik menguat 15,48 poin (0,32%) menjadi 4.919 disertai dengan investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 257,94 miliar, terbanyak BBCA senilai Rp 133,28 miliar, ANTM mencapai Rp 53,16 miliar, dan ASII senilai Rp 35,60 miliar.
Kenaikan IHSG kemarin ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Kenaikan juga didukung saham ASII, ANTM, BRIS, hingga ICBP. Kenaikan didukung penguatan sejumlah sektor saham berikut, seperti material dasar naik 0,91%, sektor konsumer non primer naik 0,22%, dan keuangan naik 0,17%.
Adapun lima saham berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BOBA naik 34,59% menjadi Rp 214, MKNT naik 33,33% menjadi Rp 24, AIMS menguat 24,79% menjadi Rp 755, TMPO menguat 24,79% menjadi Rp 292, dan YUPI naik 24,66% menjadi Rp 910.
