IHSG Berpeluang Technical Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin VKTR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026), berpeluang technical rebound dengan rentang pergerakan 6.110-6.200. Tiga saham VKTR, RATU, dan AMRT direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks focus pada perkembangan harga minyak dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga Brent terkoreksi ke sekitar US$104/barel, seiring rencana pelepasan cadangan minyak strategis AS dan pemulihan jalur ekspor Saudi.
Namun, penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish masih membayangi pasar. Laju indeks juga dipengaruhi sentimen domestik, seperti investor tengah mencermati rilis data perdagangan Agustus dan inflasi September serta respons BI dalam menjaga stabilitas rupiah.
Baca Juga
BKPM: Membidik Investasi US$618,1 Miliar, Hilirisasi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
“Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah, meskipun terdapat indikasi technical rebound setelah terjadi rejection di area psikologis 6.000. Selama belum mampu menembus 6.200, indeks masih berisiko melanjutkan tekanan. Sebaliknya, breakout level tersebut dapat membuka peluang pemulihan teknikal,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham VKTR dengan target harga Rp 855-915, RATU dengan target harga Rp 4.350-4.600, dan AMRT dengan target harga Rp 1.350-1.365.
Kemarin, IHSG ditutup melemah hanya 26,16 poin (0,43%) menjadi 6.121,70, meski intraday sesi I sempat anjlok lebih dari 2% ke level 6.013. Investor asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 777,17 miliar didominasi saham BMRI senilai Rp 275,08 miliar, ADMF senilai Rp 228,09 miliar, TLKM sebanyak Rp 159,83 miliar, dan BBCA sebanyak Rp 138,73 miliar.
Baca Juga
Waskita Karya (WSKT) Pastikan Pokok Obligasi Rp 722 Miliar Telah Dibayar
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pasar saham Asia. Pelemahan juga ditopang penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 3,37%, property turun 1,31%, energi melemah 1,10%, transportasi 0,36%, konsumer non primer 0,46%, dan kesehatan kesehatan 0,12%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer primer 0,70%, sektor industry 0,50%, keuangan 0,03%, dan sektor infrastruktur 0,06%.
Meski IHSG turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga lebih dari 24%, seperti SEMA naik 24,85% menjadi Rp 412, IFSH naik 24,80% menjadi Rp 1.560, SOSS naik 24,77% menjadi Rp 1.385, BSWD naik 24,53% menjadi Rp 2.310, ALDO naik 24,48% menjadi Rp 1.195, dan CSMI naik 24,35% menjadi Rp 240.
