IHSG Berpeluang Technical Rebound, Tiga Saham Dipimpin ANTM Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9/2026), diproyeksikan bergerak rentang 6.384-6.585 dengan kecenderungan alami technical rebound. Tiga saham ANTM, ITMG, dan ARCI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergearkan indeks akan dipengaruhi sejumlah sentimen focus perhatian investor terhadap rapat dewan gubernur Bank Indonesia pekan ini ini atau pada 22–23 September, dengan konsensus masih memperkirakan BI-Rate bertahan di 5,75%. Laju indeks juga akan dipengaruhi stabilitas Rupiah menjadi setelah The Fed dan BoJ sama-sama menaikkan suku bunga.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi fluktuasi harga komoditas, emas kembali menguat ke sekitar US$4.390/oz seiring turunnya harga minyak dan ketidakpastian global, sehingga aliran dana ke saham berbasis komoditas masih berpotensi menjadi perhatian investor. “Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi bearish setelah breakdown MA20 6.551 dan MACD mempertahankan bearish crossover. Selama mampu bertahan di atas support 6.390, terdapat peluang technical rebound menuju 6.585,” tulisnya.
Akhir pekan lalu pasar saham Wall Street ditutup anjlok dengan penurunan Dow Jones 0,18%. Sebaliknya S&500 dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing 0,17% dan 0,39%.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.460-3.560, ITMG dengan target harga Rp 26.950-27.650, dan ARCI dengan target harga Rp 1.415-1.505.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup kembali melemah sebanyak 21,27 poin (0,33%) menjadi 6.441,16 dengan nilai penjualan bersih saham oleh investor asing mencapai Rp 1,79 triliun. Aksi tersebut menjadikan IHSG sepanjang pekan lalu turun disertai dengan penjualan bersih bernilai jumbo.
Baca Juga
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Penurunan indeks akhir pekan lalu dipicu atas pelemahan mayoritas saham big cap, seperti big bank, saham BMRI anjlok 2,04%, BBNI melemah 2,41%, BBCA turun 0,79%, dan BBRI melemah 0,60%. Kejatuhan juga dipicu penurunan drastic saham JARR sebanyak 14,08%, MORA 5,37%, AMMN melemah 4,49%, dan RATU turun 3,22%. Sebaliknya penahan kejatuhan indeks datang dari lompatan saham BYAN.
Pembalikan arah indeks dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti property 1,44%, sektor industry 1,64%, sektor kesehatan 1,12%, sektor infrastruktur 0,82%, sektor keuangan 0,93%, sektor energi 0,51%, sektor material dasar 0,18%, sektor konsumer primer 0,16%, dan sektor transportasi 0,91%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 0,27%.
Sebaliknya sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NASI menguat 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34% menjadi Rp 67, BAJA menguat 25% menjadi Rp 350, saham KICI naik 24,82% menjadi Rp 352, dan BYAN naik 19,96% menjadi Rp 13.825.
