IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan Uji Support 6.390, Sebaliknya Saham AMMN hingga BRMS Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9/2026), berpeluang lanjutkan pelemahan menguji support 6.390. Tiga saham berikut AMMN, BRMS, dan SRSN direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan tertuju pada aksi tunggu hasil pertemuan rapat dewan gubernur The Fed dengan perkiaan kenaikan suku bunga 25 bps dan guidance The Fed, terutama potensi higher-for-longer. Laju indeks juga akan dipengaruhi lompatan harga minya di atas US$ 100 per barel dan yield UST 10Y sekitar 5%.
Baca Juga
Minyak Brent Dekati US$ 110, Gangguan Pipa Saudi Picu Kekhawatiran Pasokan Global
“Secara teknikal, IHSG telah breakdown MA20 di 6.548 dan ke luar dari rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum masih melemah. IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390 dan support berikutnya 6.220. Sementara itu, rebound perlu melewati 6.585 terlebih dahulu untuk membuka peluang kembali menguji 6.705,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya penurunan pasar saham Wall Street setelah Dow Jones melemah 0,63%. Begitu juga dengan S&P500 turun 0,45% dan Nasdaq melemah 0,78%. Indeks juga dipengaruhi berlanjutnya penguatan harga minyak dunia.
Di tengah potensi pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham AMMN dengan target harga Rp 5.200-5.380, BRMS dengan target harga Rp 759-790, SRSN dengan target harga Rp 113-118.
Baca Juga
Mangkrak Hampir 10 Tahun, Proyek LRT City Dibidik Rampung September 2028
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 73,54 poin (1,13%) menjadi 6.4461,15 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 349,27 miliar. Net sell saham terbanyak melanda lima saham BMRI senilai Rp 282,92 miliar, BBRI senilai Rp 99,94 miliar, dan BBNI mencapai Rp 95,85 miliar.
Penurunan indeks tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, yaitu saham BYAN anjlok 8,11%, GGRM jatuh 5,92%, BMRI turun 2,253%, BBNI melemah 3,10%, BBRI melemah 2,35%, dan BBCA melemah 1,54%. Mayoritas sektor saham ditutup melemah, seperti sektor keuangan turun 1,36%, energi 1,27%, industry 1,56%, dan property 1,03%. Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 0,73%, konsumer non primer 0,69%, teknologi 0,37%, dan transportasi 0,89%. Sebaliknya penguatan melanda sektor infrastruktur 0,17%, kesehatan 0,24%, dan konsumer primer 0,05%.
Meski IHSG terjungkal, sejumlah saham berikut cetak lompatan harga yang mengesankan, yaitu DEFI melesat 34,95% menjadi Rp 139, CCSI naik 24,86% menjadi Rp 442, dan VOKS naik 24,62% menjadi Rp 324. Kenaikan juga melanda saham ALKA sebanyak 18,88% menjadi Rp 7.400, TRJA menguat 18,85% menjadi Rp 145, dan SEMA naik 18,78% menjadi Rp 234.
