IHSG Intraday Sesi I Terjun ke Bawah 6.300, Terendah Dalam Sebulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9/2026), akhirnya sentuh level di bawah 6.300 setelah anjlok 90 poin (1,42%) menjadi 6.293 hingga pukul 10.50 WIB. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung naik.
Pelemahan tajam IHSG ini terjadi saat pemodal tengah menunggu rilis hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BEI) yang dijadwalkan besok. Penurunan juga sejalan dengan berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dollar As menjadi Rp 17.883.
Baca Juga
Kinerja Amman (AMMN) Melejit, Analis Pasang Target Harga hingga Level Ini
Penurunan tajam tersebut juga dipicu penurunan mayoritas sektor saham. Pelemahan lebih dari 2% melanda saham sektor energi dan industry. Sisanya saham sektor keuangan, infrastruktur, property, konsumer primer, material dasar, konsumer primer, dan konsumer non primer turun lebih dari 1%.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti BYAN jatuh 5,33%, BREN turun 2,27%, AADI melemah 2,80%, PANI anjlok 3,77%, TAPG jatuh 5,07%, dan MAPB melemah 9,20%. Penurunan juga dipicu kejatuhan 4 saham big bank, seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Sebaliknya beberapa saham berikut masih sukses untuk mencatatkan lompatan harga, seperti FORU naik 34,35% menjadi Rp 176, SAPX naik 24,50% menjadi Rp 376, DYAN naik 22,09% menjadi Rp 105, AGAR naik 19,13% menjadi Rp 2.740, dan AYLS naik 18m39% menjadi Rp 206.
Baca Juga
MRCCC Siloam Targetkan 80% Perawat Onkologi untuk Perkuat Layanan Kanker
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 56,43 poin (0,88%) menjadi 6.384 disertai dengan investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 510,07 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BMRI senilai Rp 140,61 miliar, ANTM senilai Rp 139,93 miliar, dan BBCA mencapai Rp 131,34 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti energi turun 0,93%, material dasar melemah 0,88%, konsumer non primer turun 0,94%, konsumer primer melemah 0,45%, infrastruktur 1,38%, keuangan 0,36%, teknologi 0,10%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,55%, kesehatan 0,21%, dan property 0,00%.
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu CSMI naik 34,48% menjadi Rp 234, TRUE naik 34,38% menjadi Rp 90, AGAR naik 25% menjadi Rp 2.300, NASI menguat 24,79% menjadi Rp 292, HOPE naik 24,78% menjadi Rp 282, BAJA menguat 24,57% menjadi Rp 436, dan INTD naik 24,39% menjadi Rp 306. Meski tak ARA, saham BBSS naik 29,11% menjadi Rp 102 dan JAWA menguat 25,64% menjadi Rp 196.
