Mengenaskan! IHSG Terjun 3,84% ke Bawah Level 4.900
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada intraday sesi II, Selasa (3/11/2026), sentuh level 4.898 setelah terjadi penurunan 197 poin (3,84%). Penurunan IHSG tercatat yang paling dalam di dunia untuk hari ini.
Tekanan tersebut dipangaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, seperti material dasar jatuh 5,80%, sektor energi turun 4,54%, sektor industry melemah 4,26%, sektor infrastruktur turun 4%, hingga sektor property 4,02%. Tekanan juga melanda saham sektor keaungan.
Baca Juga
Kredit Bank Ganesha Tumbuh 8,6%, Tembus Rp6,32 Triliun hingga September 2026
Seluruh saham yang memiliki bobot besar terhadap IHSG anjlok, seperti saham BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, ASII, dan TLKM. Tekanan juga melanda saham INKP, EMAS, AADI, dan ISAT. Tekanan juga melanda saham seluruh konglomerasi, Prajogo Pangestu, Haji Isam, hingga Sinarmas.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Baca Juga
Ungkap Alasan BJ Habibie Bebaskan Pers pada 1999, Ilham: Pemimpin Butuh Informasi Utuh
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
