IHSG Intraday Sesi II Terjun ke 5.980, GOTO ARB dan Saham Big Cap Tertekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi II, Kamis (1/10/2026), akhrinya ambrol ke bawah 6.000. Hingga pukul 14.50 WIB, penurunan IHSG telah mencapai 90 poin (1,50%) menjadi 5.980. Level tersebut terendah dalam 2,5 bulan terakhir.
Level 5.980 tersebut tecatat sebagai level terendah IHSG BEI terhitung sejak 14 Juli 2026. Penurunan indeks terjadi setelah reshuffle kabinet di Instana Negara, dengan mengganti Kapolri, Menteri Perindustrian, Menteri Luar Negeri, dan pejabat lainnya.
Baca Juga
Dicopot dari Kapolri, Listyo Isi Posisi Kepala Staf Kepresidenan
Penurunan IHSG ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung bergerak di zona hijau hari ini. Sedangkan saham penekan utama indeks datang dari penurunan drastic saham sektor teknologi lebih dari 4% setelah GOTO kembali jatuh hingga ARB.
Penurunan indeks juga dipicu atas kejatuhan saham sektor material dasar, industry, energi, property, transportasi, infrastruktur, keuangan, hingga konsumer primer. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham big cap, seperti BYAN, AMMN, BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Sebaliknya saham dengan torehan kenaikan harga pesat hari ini, yaitu saham MGNA naik 35% menjadi Rp 189, AKKU naik 32,25% menjadi Rp 45, CCSI naik 25% menjadi Rp 470, ALDO naik 24,78% menjadi Rp 1.410, BLTZ naik 24,66% menjadi Rp 2.880, dan SAFE naik 24,56% menjadi Rp 710.
Baca Juga
WIKA: Pengambilalihan Whoosh oleh Pemerintah Bisa Perbaiki Kinerja Keuangan 2026
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 50,56 poin (0,83%) ke level 6.071 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,61 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham big cap, seperti BBCA senilai Rp 231,10 miliar, TLKM mencapai Rp 225,11 miliar, dan BMRI mencapai Rp 205,94 miliar.
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi turun 2,76%, sektor konsumer primer melemah 2,36%, sektor energi turun 1,35%, sektor keuangan melemah 0,60%, sektor infrastruktur turun 0,36%, sektor transportasi 0,70%, sektor property 0,36%, dan sektor material dasar turun 0,28%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry sebanyak 1,17% dan sektor konsumer non primer naik 0,15%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini melanda saham AIMS naik 25% menjadi Rp 605, SAFE naik 25% menjadi Rp 570, BSWD naik 24,68% menjadi Rp 2.880, BLTZ naik 24,53% menjadi Rp 2.310, dan CCSI naik 24,50% menjadi Rp 376.
