Kontrak Kripto Diproyeksi Lampaui Kontrak Olahraga di Pasar Prediksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – CEO Robinhood Vlad Tenev memperkirakan kontrak acara (event contracts) terkait kripto akan terus mengambil porsi lebih besar dalam bisnis pasar prediksi perusahaan. Sedangkan kontrak olahraga berpotensi menjadi bagian minoritas dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut dia, kontrak acara tidak terbatas pada hasil pertandingan olahraga, tetapi mencakup berbagai peristiwa yang dapat diperdagangkan melalui mekanisme kontrak ya atau tidak.
“Kami sudah melihat kategori lain seperti kripto mengambil porsi yang tidak proporsional. Dan saya pikir dalam beberapa tahun ke depan, olahraga sebenarnya akan menjadi minoritas,” ujar Tenev dilansir dari Yahoo Finance, Senin (21/9/2026).
Baca Juga
Pasar prediksi berkembang pesat di Amerika Serikat dalam setahun terakhir. Sejumlah perusahaan, termasuk Robinhood, Kalshi, Coinbase, dan sejumlah platform terdesentralisasi, mengembangkan layanan kontrak acara dengan berbagai kategori.
Robinhood sendiri menyebut pasar prediksi telah menjadi lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat. Perusahaan mencatat lebih dari 12 miliar kontrak acara diperdagangkan sepanjang 2025.
Kontrak terkait olahraga menjadi salah satu kategori yang mendapat perhatian besar sekaligus menghadapi persoalan hukum di sejumlah wilayah Amerika Serikat. Perkembangan tersebut membuat kategori kontrak non-olahraga, termasuk kripto, menjadi bagian lain dari ekspansi pasar prediksi.
Baca Juga
SEC dan CFTC Lanjutkan Regulasi Kripto, Bitcoin Berhasil Melaju di Atas US$ 81.000
Robinhood juga memperkuat infrastruktur pasar prediksi melalui usaha patungan dengan Susquehanna International Group. Usaha patungan tersebut menyelesaikan akuisisi 90% saham MIAXdx pada Januari 2026, sementara MIAX mempertahankan 10% kepemilikan. MIAXdx merupakan bursa derivatif dan lembaga kliring yang memiliki izin dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Langkah tersebut memungkinkan Robinhood membangun infrastruktur bursa dan kliring sendiri untuk produk derivatif dan pasar prediksi, selain mendistribusikan kontrak melalui bursa yang telah tersedia.
Robinhood menyatakan investasi pada infrastruktur tersebut ditujukan untuk memperluas pilihan produk dan meningkatkan kemampuan perusahaan menghadirkan kontrak serta layanan baru bagi pengguna.
Pasar prediksi secara lebih luas kini mencakup kontrak atas berbagai hasil peristiwa, dengan pertumbuhan yang mendorong masuknya perusahaan keuangan dan platform perdagangan baru. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan persoalan regulasi, khususnya terkait batas antara kontrak derivatif dan aktivitas taruhan.
