Presiden Bank Sentral Eropa Minta PM Yunani Halangi Lisensi Binance di Uni Eropa, Ada Apa?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dilaporkan meminta Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis menghalangi upaya Binance memperoleh lisensi operasi yang berlaku di seluruh Uni Eropa.
Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pihak yang mengetahui pembicaraan tersebut, intervensi Lagarde terjadi ketika regulator Yunani, Hellenic Capital Market Commission (HCMC), hampir menyetujui permohonan lisensi Binance berdasarkan kerangka Markets in Crypto-Assets (MiCA).
Permohonan tersebut diajukan melalui entitas Binance di Yunani. Jika disetujui, lisensi MiCA dari Yunani akan memungkinkan Binance menawarkan layanan di negara-negara Uni Eropa berdasarkan mekanisme passporting.
Pada awal Juni 2026, proses pengajuan disebut telah melewati sejumlah tahapan teknis. Namun, perkembangan tersebut berubah setelah seorang pejabat HCMC memberi tahu Binance bahwa Lagarde menentang pemberian lisensi tersebut.
Baca Juga
SEC dan CFTC Lanjutkan Regulasi Kripto, Bitcoin Berhasil Melaju di Atas US$ 81.000
The Wall Street Journal melaporkan Lagarde menyampaikan sikap tersebut secara langsung kepada Mitsotakis dalam pertemuan pada Mei 2026. ECB sendiri tidak memiliki kewenangan formal untuk menerbitkan lisensi MiCA karena proses tersebut berada di bawah regulator nasional. HCMC menyatakan bahwa mereka menilai permohonan Binance secara independen berdasarkan ketentuan Uni Eropa dan nasional.
Melansir Coindesk, Sabtu (19/9/2026) salah satu alasan yang dilaporkan menjadi perhatian Lagarde adalah riwayat kepatuhan Binance. Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao, mengaku bersalah dalam kasus pelanggaran ketentuan anti-pencucian uang di Amerika Serikat pada 2023. Binance kemudian membayar denda US$4,3 miliar dalam penyelesaian kasus tersebut.
Selain persoalan kepatuhan, laporan tersebut menyebut Lagarde juga mengkhawatirkan dominasi stablecoin berbasis dolar AS di Eropa. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi upaya ECB mengembangkan proyek euro digital.
Baca Juga
Duo Exchange Kripto BitMEX dan BitMart Tutup, Pendiri Binance Beri Respons Berikut
Binance akhirnya menghentikan proses pengajuan lisensi di Yunani pada Juni 2026 sebelum HCMC secara resmi menolak permohonan tersebut. Perusahaan kemudian menyatakan akan mencari jalur lain untuk memperoleh lisensi MiCA di negara anggota Uni Eropa.
Upaya Binance tersebut berlangsung di tengah penguatan koordinasi regulator Uni Eropa terhadap industri aset kripto. European Securities and Markets Authority (ESMA) juga dilaporkan memberikan masukan kepada regulator nasional terkait risiko kepatuhan Binance.
Saat ini, Binance menjadikan Prancis sebagai salah satu basis untuk memperoleh lisensi MiCA di Uni Eropa. Perusahaan juga masih melayani sebagian pengguna Eropa dari Abu Dhabi berdasarkan interpretasi tertentu terhadap aturan Uni Eropa, meskipun Binance menyatakan tetap berkomitmen untuk beroperasi sesuai ketentuan di kawasan tersebut.
