IHSG Berpotensi Technical Rebound, Tiga Saham Dipimpin COCO Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9/2026), berpeluang alami technical rebound dengan rentang pergerakan 6.390-6.585. Tiga saham ini direkomendasikan beli UNTR, COCO, dan BBNI.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Menteri Keuangan baru, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara. Di sisi eksternal, perhatian juga mengarah pada FOMC 16-17 September, dengan 85% konsensus ekonom memperkirakan kenaikan Fed Rate 25 bps, sementara market pricing telah berada di kisaran 87-88%.
Baca Juga
Demutualisasi BEI Bukan Sekadar Ganti Pemilik, Publik Perlu Paham Manfaatnya
“Secara teknikal, IHSG membentuk dragonfly doji setelah sempat menguji support 6.390 dan bertahan di atas MA20 6.545 yang mengindikasikan potensi technical rebound, namun momentum masih terbatas seiring bearish crossover MACD,” tulisnya.
Sejalan dengan peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp 26.875-28.175, COCO dengan target harga Rp 146-155, dan BBNI dengan target harga Rp 3.960-4.050. Sebaliknya saham ASLI direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 6,69 poin (0,10%) menjadi 6.534 setelah sempat bergerak dramatis dengan penurunan lebih dari 165 poin atau 2,5% pada awal sesi II. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 337,44 miliar terbanyak disumbangkan saham ANTM senilai Rp 209,32 miliar dan BMRI mencapai Rp 169,29 miliar.
Baca Juga
Demutualisasi BEI Harus Jaga Fungsi Dasar Bursa dan Integritas Pasar Modal
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti energi melemah 1,65%, material dasar 1,41%, konsumer primer 1,19%, kesehatan 2,95%, property 0,56%, infrastruktur 1,45%, teknologi 0,77%, transportasi 0,85%, property 0,56%, konsumer non primer 0,04%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan 0,55% dan industry 0,45%. Tekanan juga dipicu atas kejatuhan saham big cap, seperti BYAN anjlok 10,12%, EMAS jatuh 12%, dan BREN anjlok 4,01%.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SEMA naik 34,93% menjadi Rp 197, LAPD naik 34,78% menjadi Rp 93, FORU naik 25% menjadi Rp 4.650, ALKA naik 25% menjadi Rp 6.225, dan AGAR melesat 24,55% menjadi Rp 2.410.
