IHSG Bisa Rebound, Tiga Saham Dipimpin TLKM Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11/2025), diprediksi bergerak rentang 8.200-8.330. Tiga saham pilihan direkomendasikan beli AKRA, TLKM, dan MAPI.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa indeks masih dalam trend bullish dan belum berubah arah. Pasar akan tetap mencermati peluang emiten yang akan masuk Indeks MSCI pada rebalancing November ini dan juga rilis kinerja keuangan Q3 2025.
Baca Juga
Wall Street Rontok Dibayangi Kekhawatiran ‘Bubble’ Saham AI, Indeks Nasdaq & S&P 500 Turun Tajam
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju indeks saham global, seperti penurunan tajam Dow jOnes 0,53%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 1,17% dan Nasdaq terjungkal 2,04%.
Di tengah peluang tersebut, saham AKRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.305-1.370, TLKM dengan target harga Rp 3.960-4.020, dan MAPI dengan target harga Rp 1.360-1.460.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 33,17 poin (0,40%) menjadi 8.241 akibat aksi ambil untung investor. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 305,08 miliar, terbesar TLKM Rp 373,36 miliar, BBCA Rp 334,96 miliar, dan BBNI Rp 151,95 miliar.
Baca Juga
Warning! CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley Peringatkan Risiko Koreksi di Pasar Saham AS
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 2,22%, sektor property 2,62%, sektor teknologi 1,15%, sektor konsumer primer 0,43%, sektor keuangan 0,37%, sektor konsumer non primer 0,38%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor transportasi 0,45%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry 3,62%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CINT ditutup menguat 33,77% menjadi Rp 206, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, saham PTSP menguat 24,86% menjadi Rp 1.155, dan saham ATIC naik 24,80% menjadi Rp 780. Kenaikan juga melanda saham UVCR sebanyak 22,22% menjadi Rp 121.

