IHSG Bisa Teknikal Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BRPT Layak Dipantau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), berpeluang bergerak dalam rentang 6.050-6.150 dengan peluang rebound terbuka. Saham pilihan hari ini adalah BFIN, BRPT, dan TPIA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa laju IHSG akan dipengaruhi focus perhatian pemodal terhadap hasil FOMC The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, namun perhatian utama tertuju pada forward guidance terkait arah kebijakan moneter ke depan.
Baca Juga
Fed Pertahankan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Tiga Anggota FOMC Desak Kenaikan
Selain itu, investor akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran serta musim rilis kinerja keuangan emiten kuartal II 2026 (earning season) yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek. “Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways dengan support 6.050 dan resistance 6.150–6.200. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang technical rebound,” tulisnya.
Laju indeks juga akan dipengaruhi atas penurunan drastic pasar saham AS setelah Dow Jones jatuh 2,19%. Penurunan juga melanda S&P500 sebanyak 1,52% dan Nasdaq mencapai 1,74%. Sebaliknya harga minyak melesat dan emas juga alami kenaikan.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BFIN dengan target harga Rp 860-880, BRPT dengan target harga Rp 1.830-1.900, dan TPIA dengan target harga Rp 2.285-2.370.
Baca Juga
AS–Iran Kembali Saling Gempur, Harga Minyak Melonjak Hingga 7%
Kemarin, IHSG ditutup kembali anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091 disertai dengan investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,25 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham MAPI bernilai Rp 1,60.
Pelemahan IHSG kemairn dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MGNA naik 34,44% menjadi Rp 121. Lompatan juga melanda saham DWGL sebanyak 21,68% menjadi Rp 348, ECII menguat 13,16% menjadi Rp 172, NEST naik 12,90% menjadi Rp 700, dan BACH menguat 12,71% menjadi Rp 665.
