IHSG Bisa Rebound Teknikal, Tiga Saham Dipimpin HRTA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3/2026), berpeluang rebound secara teknikal dengan rentang pergerakan 7.516-7.885. Tiga saham direkomendasikan beli HRTA, AADI, dan ESSA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks dipengaruhi Keputusan Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif dengan peringkat tetap BBB. Penurunan mencerminkan peningkatan ketidakpastian dan kekhawatiran atas konsistensi kebijakan. Rupiah juga tertekan mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.
Di sisi lain, kebijakan keterbukaan data pemegang saham di atas 1% oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai penyesuaian standar MSCI dinilai positif untuk transparansi, namun berpotensi memicu kehati-hatian jangka pendek.
Baca Juga
ADP: Lapangan Kerja Swasta AS Bertambah 63.000, Didominasi Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang technical rebound dengan rentang pergerakan 7.516-7.693, didukung rebound global, meski tetap mencermati perkembangan konflik Timur Tengah.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA dengan target harga Rp 3.090-3.240, AADI dengan target harga Rp 10,575-10.925, dan ESSA dengan target harga Rp 770-810.
Kemarin, IHSG anjlok parah 362,71 poin (4,57%) menjadi 7.577 dengan pemodal asing hanya membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 117,92 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 557,69 miliar dan BBNI senilai Rp 178,57 miliar.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat meski Perang Iran Berlanjut, Stoxx 600 Melonjak 1,4%
Seluruh sektor saham mengalami guncangan hebat sepanjang hari ini, terdalam melanda saham sektor material dasar melemah 7,42%, sektor trasnportasi 7,23%, sektor consumer primer 6,69%, dan sektor industry 5,38%. Penurunan lebih dari 4% melanda saham sektor energi, consumer non primer, teknologi, dan infrastruktur. Kejatuhan lebih dari 3% melanda saham sektor property dan keuangan.
Meski IHSG anjlok parah, kedua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IFSH naik 25% menjadi Rp 3.250 dan SOTS naik 24,59% menjadi Rp 1.140. Meski tak ARA, saham ITMA naik 11,91% menjadi Rp 2.630, GRPM menguat 9,94% menjadi Rp 376, dan INPS naik menguat 9,88% menjadi Rp 890.

