IHSG Berpeluang Teknikal Rebound Hari Ini Usai Anjlok Pekan Lalu, Ada Dua Saham Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/3/2025), berpeluang teknikal rebound dalam jangka pendek. Kesempatan ini terbuka setelah indeks sepanjang pekan lalu anjlok parah hingga 7.83%
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bawah indeks telah menembus support 6.500 dengan tekanan jual kuat akhir pekan lalu. Indikator RSI menunjukkan oversold indeks, sehingga terbuka peluang teknikal rebound dalam jangka pendek.
Baca Juga
Meski demikian, pemodal diminta untuk waspada terhadap peluang berlanjutnya tekanan jual indeks menuju support selanjutnya 6.200-6.250. Volatilitas indeks juga diprediksi tetap tinggi untuk beberapa hari mendatang.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MIKA dengan target harga Rp 2.520-2.680 dan MAPI dengan target harga Rp 1.500-1.605. Sebaliknya saham TPIA dan TINS direkomendasikan jual.
IHSG pada perdagangan hari terakhir pekan lalu atau Jumat ditutup terjerembab sebanyak 214,85 poin (3,31%) menjadi 6.270,60. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,91 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 879,31 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 522,41 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 382,90 miliar.
Baca Juga
Kekhawatiran Dampak Tarif Trump Terus Mencuat, Ini Kata Warren Buffett
Pelemahan indeks dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 5,55%, sektor infrastruktur 3,77%, sektor transportasi 3,41%, sektor energi turun 3,59%, sektor consumer primer turun 3,32%, sektor keuangan anjlok 3,09%, sekktor industry 2,51%, sektor property 1,85%, dan penurunan terendah dicatatkan saham sektor teknologi 1,26%.
Penurunan juga dipicu kejatuhan seluruh saham top 10 market cap atau big cap, seperti BBCA turun 1,17% menjadi Rp 8.425, BREN turun 1,21% menjadi Rp 6.125, TPIA anjlok 11,25% menjadi Rp 6.700, BBRI anjlok 7,44% menjadi Rp 3.360, AMMN melemah 5,07% menjadi Rp 6.550, BMRI turun 1,29% menjadi Rp 4.600, DSSA turun 5% menjadi Rp 30.875, dan TLKM turun 5,62% menjadi Rp 2.350. Satu-satunya yang naik hanya saham AMMN dan saham DCII tengah disuspensi.

