IHSG Berpeluang Technical Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin UNTR Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026), diproyeksikan technical rebound 6.475-6.585. Tiga saham berikut, UNTR, IMPC, dan TINS direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa focus perhatian investor pekan ini tertuju pada pada FOMC 15–16 September, dengan probabilitas kenaikan Fed Rate 25 bps telah mencapai sekitar 85%+. Karena isu tersebut sudah mengalami priced-in, perhatian pasar akan bergeser ke guidance dan dot plot; stance yang lebih hawkish berpotensi kembali menekan UST yield, DXY, dan aset emerging market.
Baca Juga
Wapres AS JD Vance Tunjukkan Sinyal Kuat Jadi Pewaris Kepemimpinan Donald Trump
“Secara teknikal, IHSG membentuk hammer di area support 6.475–6.375 sekaligus bertahan di sekitar MA20 6.533, membuka peluang technical rebound. Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance terdekat 6.600, dengan 6.700 sebagai resistance berikutnya,” tulisnya
Laju IHSG juga akan dipengaruhi lompatan Wall Street akhir pekan lalu setelah Dow Jones menguat 0,98%. Begitu juga dengan S&P500 naik 0,86% dan Nasdaq menguat 0,96%. Harga minya juga mulai menunjukkan penurunan setelah sempat memucak.
Di tengah tren tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp 26.875-28.175, IMPC dengan target harga Rp 1.785-1.890, dan TINS dengan target harga Rp 4.900-5.100. Sebaliknya saham TCPI direkomendasikan jual.
Baca Juga
IHSG BEI sepanjang pekan lalu catatkan penurunan sebanyak 1,43%, dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap berikut. Di antaranya saham BBCA melemah 5,6%, BYAN turun 10,51%, BBRI melemah 3,54%, DSSA melemah 6,78%, BBNI turun 4,82%, dan BRMS melemah 5,59%.
Tekanan IHSG dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,14%, consumerprimer 3,17%, property 2,62%, keuangan 1,54%, infrastruktur 1,33%, dan consumer primer 1,32%. Adapun sektor saham dengan kenaikan pekan ini adalah industry, kesehatan, material dasar, dan transportasi.
Investor asing juga mencatatkan penjualan (net sell) saham mencapai Rp 3,36 triliun sepanjang pekan ini, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan torehan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 1,48 triliun, VICI senilai Rp 1,24 triliun melalui pasar negosiasi, TPIA mencapai Rp 356,30 miliar, CPIN senilai Rp 355,82 miliar, dan ISAT sebanyak Rp 293,61 miliar.
