Laba Semen Indonesia (SMGR) Naik 471% dan Saham Menguat 22%, Tren Kenaikan Bakal Berlanjut?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mendadak melesat lebih dari 22,68% menjadi Rp 1.785 dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga tersebut mengalahkan emiten semen lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode sama. Penguatan harga bakal berlanjut?
Kenaikan harga tersebut melampaui penguatan harga emiten semen lainnya, seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) hanya menguat 20,69% dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik 10,37%. Sebaliknya saham PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) catatkan penurunan 6,92%sepanjang sebulan ini. Menariknya kenaikan harga saham SMGR didominasi tiga hari terakhir dengan besar penguatan lebih dari 20%.
Baca Juga
Laba Bersih Semen Indonesia (SMGR) Meroket 445% di Semester I 2026, Ini Penopangnya
Analis MNC Sekuritas M Rudy Setiawan dalam riset terbarunya menyebutkan tetap mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR. Rekomendasi tersebut mencerminkan prospek pemulihan permintaan semen, deleveraging, serta disiplin biaya yang sudah terlihat dalam kinerja semester I 2026.
MNC Sekuritas mematok target harga SMGR level Rp 2.250 per saham. Dengan harga terakhir SMGR sebesar Rp 1.785, terbuka peluang penguatan saham emiten semen terbesar ini lebih dari 26%. Target harga ini mengimplikasikan PER tahun ini sebesar 30,1 kali dan tahun 2027 sebesar 17,5 kali.
MNC Sekuritas melanjutkan bahwa faktor pendukung membaiknya prospek kinerja keuangan dan saham SMGR datang dari lompatan laba perseroan pada semester I-2026 sebanyak 471% menjadi Rp228,3 miliar. Kenaikan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebanyak 13,1% menjadiRp 17,6 triliun sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Realisasi ini setara dengan 49,2% dari target MNC Sekuritas dan 47,6% dari consensus analis.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Pullback Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BULL Layak Dilirik
Peningkatan didorong penurunan biaya keuangan sebesar 21,2%, penurunan biaya operasional lainnya sebesar 53,9%, hingga tarif pajak turun menjadi 47%. “Perbaikan tersebut memperkuat indikasi bahwa efisiensi biaya dan penurunan beban keuangan menjadi salah satu penopang utama kinerja SMGR sepanjang semester I-2026,” tulisnya.
Optimisme saham SMGR juga didukung terhadap proyeksi pertumbuhan volume penjualan semen tahun ini. MNC Sekuritas memperkirakan permintaan semen SMGR mencapai 40,3 juta ton pada tahun 2026 dan diharapkan naik menjadi 41,6 juta ton pada 2027, didukung pemulihan permintaan domestik dan penguatan ekspor.
Konsolidasi Dorong Efisiensi
Faktor pendukung lainnya berasal dari langkah konsolidasi anak usaha. SMGR pada Agustus 2026 telah menandatangani conditional merger agreement untuk mengonsolidasikan 10 anak usaha menjadi dua entitas, yakni Varia Usaha Beton (VUB) dan Semen Indonesia Distributor (SID).
Tiga unit ready-mix, yaitu SIB, SBB, dan RCI, akan bergabung ke VUB. Sementara itu, tujuh anak usaha yang bergerak di bidang distribusi, logistik, teknologi informasi, dan investment holding akan bergabung ke SID. “Konsolidasi tersebut tidak menambah kapasitas produksi, tetapi justru menurunkan biaya kepatuhan, menyederhanakan pelaporan segmen, serta mempermudah pengelolaan modal kerja,” tulisnya.
Baca Juga
Dampak terhadap laba dalam jangka pendek diperkirakan masih terbatas. Namun, restrukturisasi dengan tujuan efisiensi ini berpotensi mulai berdampak positif terhadap laba secara bertahap mulai tahun depan setelah merger berlaku secara hukum.
Terkait kinerja keuangan, MNC Sekuritas memperkirakan peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 36,52 triliun tahun ini, dibandingkan tahun lalu Rp 35,24 triliun. Laba bersih diprediksi meningkat menjadi Rp 430,6 miliar, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 190,8 miliar.
