Semen Indonesia (SMGR) Prediksi Penjualan Semen Lanjut Tumbuh, Manajemen Beberkan Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memprediksi berlanjutnya peningkatan permintaan semen domestik, seiring dengan tren peningkatan pengembangan properti dan perumahan. Peningkatan permintaan semen juga didukung gencarnya pengembagnan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).
Backlog perumahan nasional masih besar mencapai 12,75 juta unit pada 2022 akan menjadi peluang pendongkrak permintaan semen ke depan. Permintaan juga didukung masifnya pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia yang menjadi agenda prioritas pembangunan pemerintah.
Baca Juga
Harga Terlalu Murah, Saham Semen Indonesia (SMGR) Tetap Favorit
“Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) juga akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri semen nasional,” ujar Direktur Semen Indonesia Andriano Hosny Panangian dalam Public Expose Live, Selasa (28/11/2023).
Semen Indonesia, terang dia, berada pada posisi strategis untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok bahan bangunan sesuai kebutuhan. Sebab, perseroan memiliki fasilitas di Balikpapan dan Samarinda yang berdekatan dengan lokasi proyek tersebut.
Dia menambahkan, SIG secara konsisten menjalankan operational excellence untuk meningkatkan profitabilitas, melalui sejumlah inisiatif yang dikembangkan perseroan. Tujuannya, mencapai optimalisasi kegiatan distribusi, efisiensi indeks konsumsi batu bara, meningkatkan pemanfaatan energi alternatif, hingga efisiensi biaya operasi dan efisiensi biaya keuangan dari program deleveraging.
Baca Juga
Target Kinerja dan Saham Semen Indonesia (SMGR) Direvisi Turun, Berikut Pemicunya
SIG juga menjalankan sejumlah lini bisnis lain sebagai bentuk pengembangan diversifikasi produk dan layanan. Sebut saja, seperti lini bisnis turunan semen yang meliputi beton siap pakai, mortar, dan pracetak. Ada pula ekosistem bisnis end-to-end yang meliputi pertambangan, kemasan, pengelolaan limbah ramah lingkungan, logistik, serta layanan teknologi informasi dan kawasan industri.
Pada periode Januari-September 2023, Semen Indonesia berhasil mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 5,9% menjadi 29,2 ton juta ton, serta kenaikan pendapatan sebesar 4% menjadi Rp 27,7 triliun.
Sejalan dengan peningkatan volume penjualan dan kenaikan pendapatan, SIG berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,71 triliun atau naik 1,8% dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga
AAUI Catat Kenaikan Premi Asuransi Umum 10,1%, Berikut Lini Penyumbang Terbesar
“Semen Indonesia membuktikan resiliensi tak hanya dari capaian bisnis, tetapi juga operasional berkelanjutan yang menjadi daya saing perusahaan,” tambah Hosny.
Buktinya, hingga akhir kuartal III-2023, substitusi energi panas (thermal substitution rate/TSR) menjadi 7,29%. Emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 turun 16,94% menjadi 588 kg CO2 per ton semen ekuivalen dari baseline 2010 sebesar 708 kg CO2 per ton semen ekuivalen.
“Capaian itu diperoleh dari efisiensi clinker factor, penggunaan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara, dan optimalisasi specific thermal energy consumption (stec),” imbuhnya. (CR-10)

