Semen Indonesia (SMGR) Sangat pede, Ternyata Ini Tantangan Pasar Semen Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) optimistis alias percaya diri (pede) kinerja bisnis perseroan pada 2024 akan tumbuh, baik dari sisi produksi maupun penjualan. Sejumlah tantangan bakal dihadapi emiten pelat merah ini tahun depan.
Direktur Semen Indonesia, Andriano Hosny Panangian menjelaskan, tingkat utilisasi produksi semen perseroan rata-rata mencapai 70-75%. “Jadi, tidak ada masalah sebenarnya dari sisi produksi,” kata Andriano dalam public expose live di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Baca Juga
Semen Indonesia (SMGR) Prediksi Penjualan Semen Lanjut Tumbuh, Manajemen Beberkan Faktor Ini
Hal itu, menurut Andriano, didukung ketersediaan bahan baku hingga bahan bakar batu bara yang bisa dipenuhi hingga 100%. Alhasil, jika ada peningkatan permintaan, manajemen siap memenuhinya karena masih ada ruang kapasitas produksi untuk mendorong kebutuhan domestik hingga pasar ekspor.
“Jadi, memang kalau dari sisi produksi, kami akan lihat dinamika pasarnya, namun pasti akan mengalami pertumbuhan,” ujar dia.
Hosny mengungkapkan, dari sisi permintaan, Semen Indonesia yakin bisnis semen dari segmen proyek akan menopang pertumbuhan kinerja perusahaan tahun depan. Segmen ini bisa tumbuh dua digit, meski kontribusinya hanya sekitar 30% dari total pemasukan. “Di segmen ritel, akibat tekanan di sisi ekonomi makro, tumbuhnya kemungkinan tidak setinggi segmen proyek,” tutur dia.
Pertahankan Dominasi
Hingga akhir kuartal III-2023, kata Andriano Hosny Panangian, Semen Indonesia mempertahankan dominasinya di industri bahan bangunan Indonesia. Perusahaan terus memperkuat inovasi untuk menghasilkan produk bahan bangunan bermutu, layanan berkualitas, serta menciptakan peluang-peluang baru. Tujuannya meningkatkan daya saing, mencapai efisiensi dan operasional berkelanjutan, serta meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Hosny menambahkan, untuk mencapai visi menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional, Semen Indonesia terus meningkatkan kapabilitas untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, baik pelaksanaan kegiatan operasional, pengelolaan harga dan pasar, maupun manajemen keuangan yang baik.
Baca Juga
Menguasai lebih dari 50% pangsa pasar semen di Indonesia, Semen Indonesia memiliki tujuh merek semen, yakni Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Andalas, Semen Baturaja, dan Thang Long Cement.
Semen Indonesia memiliki pabrik semen terintegrasi di sembilan lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, delapan pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan. Sedangkan jalur distribusi diperkuat 385 distributor, baik di Indonesia maupun di Vietnam, serta 70.000 toko ritel di Indonesia.(CR-10)

