Saham Erajaya (ERAA) Mendadak Melesat Hari Ini, Ternyata Ada Pengumuman Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mendadak melesat sebanyak 15,38% menjadi Rp 600 pada penutupan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (3/9/2026). Lompatan harga tersebut terjadi setelah perseroan mengumumkan pembelian kembali (buy back) saham mulai hari ini yang berjanga waktu tiga bulan.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham ERAA menguat sebanyak Rp 80 atau naik 15,38% menjadi Rp 600. Kenaikan tersebut menjadikan total penguatan saham ERAA sepanjang sebulan terakhir telah lebih dari 42% dan catatkan kenaikan lebih dari 45% sepanjang year to date (ytd).
Baca Juga
Diversifikasi Bisnis Mulai Berbuah, Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik
Adapun rencanan buy back saham selama tiga bulan akan digelar mulai besok. Perseroan menyiapkan dana hingga Rp 500 miliar. Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 797,5 juta saham atau setara maksimal 5% dari saham perseroan.
Manajemen ERAA mengungkap bahwa dana buy back saham bersumber dari kas internal, sehingga berpotensi menurunkan nilai aset dan ekuitas. Meski demikian, ERAA memperkirakan dampak transaksi terhadap biaya operasional tidak akan material. Laba-rugi perseroan diperkirakan masih sejalan dengan target yang telah ditetapkan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 67,78 Poin, Saham Big Cap PANI dan CBDK Perkasa
ERAA juga meyakini pelaksanaan buy back saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha. Hal tersebut didukung modal dan arus kas yang dinilai cukup untuk membiayai transaksi sekaligus menjalankan kegiatan usaha Perseroan.
Perseroan tetap optimistis pembelian kembali saham tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kelangsungan kegiatan usaha maupun prospek pertumbuhan. Keyakinan ini didasarkan pada kondisi keuangan Erajaya (ERAA) saat ini memiliki struktur permodalan yang kuat serta arus kas yang memadai untuk mendukung seluruh aktivitas usaha, baik operasional maupun pengembangan, termasuk pembiayaan pelaksanaan buy back saham.
