Prospek Saham BRI (BBRI) Menarik, ROE 18,8% dan Pertumbuhan Laba 17,5% Jadi Sinyal Positif
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kian menarik dengan terbukanya ruang kenaikan signifikan. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk BBRI dengan target harga Rp 4.100 per saham atau menyiratkan potensi kenaikan sekitar 26,15% dari harga Rp 3.190.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, Omar Abdulaziz, dan Jason Lois menilai bahwa target harga tersebut didukung oleh kinerja keuangan BBRI pada semester I-2026 yang lebih kuat dari perkiraan. Pertumbuhan laba perseroan mencapai 17% pada sepanjang semester I-2026 ditopang pertumbuhan kredit yang kuat serta tingkat pajak efektif yang lebih baik.
Baca Juga
Bos BRI (BBRI) Ungkap Faktor Pendorong Kenaikan Laba 17,52% di Paruh Pertama 2026
Mandiri Sekuritas menyebutkan menilai peningkatan profitabilitas BBRI tercermin dari return on equity (ROE) yang mencapai 18,8% pada semester I-2026. Kenaikan ROE menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat prospek saham BBRI. ROE sebesar 18,8% pada semester I-2026 didukung oleh perbaikan rasio non-performing loan (NPL) dan special mention loan (SML).
“Perbaikan kualitas aset tersebut menjadi fondasi yang positif bagi BBRI dalam memasuki semester II-2026, di tengah potensi volatilitas makro global,” tulisnya.
Selain peningkatan ROE dan kualitas aset, pertumbuhan laba sebesar 17% pada semester I-2026 sudah berada di atas ekspektasi Mandiri Sekuritas. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat serta tingkat pajak efektif yang lebih baik.
Baca Juga
Hery Gunardi: Meski Jalankan Tugas Pemerintah, Laba Bersih BRI Semester I-2026 Melesat 17,5%
Dengan mempertimbangkan kinerja tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 4.100. Dengan harga penutupan kemarin level Rp 3.250, potensi penguatan harga saham bank pelat merah terbesar ini bisa lebih dari 26%.
Target harga tersebut juga mencerminkan keyakinan terhadap kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas, seiring kenaikan ROE menjadi 18,8% dan perbaikan kualitas aset. Kinerja semester I-2026 menjadi modal penting bagi BBRI menghadapi semester II-2026 yang diperkirakan masih diwarnai volatilitas makro global.
