Dengan ROE Tertinggi dan Laba Melesat, Simak Arah Harga Saham Adira Finance
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) bakal berkilau lantaran terdongkrak atas pulihnya penjualan otomotif nasional. Perseroan menjadi satu dari beberapa multifinance yang paling berdampak positif, mengingat hampir 64% penyaluran pembiayaan ditujukan untuk kredit kendaraan bermotor baru mobil dan sepeda motor.
Hal ini mendorong Sucor Invest Sekuritas mempertahankan target pertumbuhan kinerja keuangan anak usaha MUFG Group, yaitu satu dari beberapa bank terbesar di dunia ini.
Sucor Invest menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,83 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 1,60 triliun. Laba bersih tersebut diprediksi tembus Rp 2,21 triliun tahun 2024.
Begitu juga dengan perkiraan pendapatan meningkat menjadi Rp 8,50 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu hanya Rp 7,61 triliun. Pendapatan tersebut diharapkan bertumbuh menjadi Rp 9,59 triliun pada 2024.
“Pertumbuhan penjualan otomotif saat ini akan membawa dampak positif langsung bagi Adari Finance. Apalagi hampir 70% pembelian mobil baru di Indonesia menggunakan multifinance. Hal ini diharapkan membuat tingkat pertumbuhan pembiayaan perseroan tahun ini mencapai 18% dan sebanyak 15% tahun depan” terang analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan, baru-baru ini.
Tak hanya pembiayaan otomotif, lanjut dia, Adira Dinamika memiliki segmen penopang pertumbuhan kinerja dari pembiayaan lainnya. Rata-rata pertumbuhan pembiayaan multi guna non otomotif perseroan mencapai 41% dalam lima tahun terakhir dan berkontribusi sebanyak 13% terhadap total pembiayaan tahun 2022.
“Kami meyakini pembiayaan multi guna perseroan akan tetap lanjutkan pertumbuhan dengan target berkontribusi sebanyak 25% terhadap total pembiayaan perseroan dalam 2-3 tahun mendatang,” terangnya.
Peningkatan pembiayaan multi guna, kata Yoga, juga diharapkan berimbas positif terhadap margin bunga bersih (NIM) perseroan ke depan. Karena, segmen ini menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Berkat segmen ini, margin bunga bersih (NIM) perseroan bisa meningkat menjadi 25,4% dalam 10 tahun mendatang, dibandingkan rata-rata dalam lima tahun terakhir 23,3%.
Sucor Sekuritas juga menambahkan, Adira Dinamika (ADMF) merupakan satu-satunya perusahaan multifinance dengan return on equity (ROE) tertinggi di Indonesia mencapai 18,5% pada semester I-2023, dibandingkan industrinya dengan rata-rata 15,88%. Meski tinggi, ruang peningkatan ROE masih terbuka dalam beberapa tahun mendatang sejalan dengan tren pertumbuhan pembiaayaan, kenaikan NIM, dan perbaikan belanja operasional secara berkala.
“Kami memperkirakan ROE perseroan bakal bangkit ke level 19% tahun 2024, dibandingkan level terendahnya 14,2% pada 2021,” tuturnya.
Hal ini mendorong Sucor Invest menetapkan rekomendasi beli saham ADMF dengan target harga Rp 16.250. Target harga tersebut mempertimbangkan tren peningkatan penjualan otomotif nasional. Target ini juga mempertimbangkan pertumbuhan pembiayaan non otomotif.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan pangsa pasar industri otomotif nasional masih terus bertumbuh di Indonesia. Saat ini, rata-rata kepemilikan mobil baru mencapai 99 mobil per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh tertinggi dari Thailand sudah mencapai 275 mobil per 1.000 penduduk, Malaysia 436 mobil per 1.000 penduduk, dan Singapura sekitar 211 mobil per 1.000 penduduk.
Penambahan rasio jumlah mobil dan penduduk tersebut tentu dapat tercapai, seiring dengaan target ambisius pemerintah untuk mencatatkan GDP sekitar US$ 10.000 per kapita tahun 2030, dibandingkan realisasi tahun 2022 sektiar US$ 4.800 per kapita.
Target harga tersebut juga memperkirakan PER perseroan mencapai 6,2 kali tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 7 kali dan tahun 2021 sekitar 9,3 kali. Sedangkan perkiraan PER tahun 2024 mencapai 5,1 kali.
Kemarin, saham ADMF ditutup stagnan di level Rp 11.000, dengan target harga menuju level Rp 16.250, terbuka penguatan harga saham sebanyak 47,72%.
Pembiayaan Baru
Sementara itu, Presiden Direktur Adira Finance, Dewa Made Susila menyebut bahwa perseroan telah membukukan pembiayaan baru senilai Rp 20,4 triliun selama semester I- 2023. Adapun piutang pembiayaan yang dikelola perseroan tercatat sebesar Rp 50,9 triliun, atau meningkat 24% year on year (yoy). Di samping itu, pembiayaan baru syariah tercatat tumbuh 42% (yoy) menjadi Rp 4,3 triliun.
Adira menorehkan laba bersih sebesar Rp 818 miliar pada semester I-2023, atau tumbuh 24%. Performa itu ditopang oleh meningkatnya pendapatan sebesar 10% menjadi Rp 4,5 triliun, seiring dengan tumbuhnya kinerja pembiayaan perseroan.
Dari sisi pendanaan, perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan perusahaan induk yaitu Bank Danamon, serta memperoleh pinjaman eksternal yang meliputi pinjaman bank dan obligasi.
Adapun total pinjaman perseroan pada Juni 2023 tercatat meningkat 34,7% menjadi Rp 14,9 triliun, meliputi pinjaman bank baik dalam negeri dan luar negeri, serta obligasi dan sukuk masing-masing memberikan kontribusi 70% dan 30%.
Selain itu, perseroan telah menyediakan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan, seperti sepeda motor listrik dan mobil listrik dari beberapa produsen berbagai merek.
Dewa menjelaskan, saat ini perseroan memiliki produk pembiayaan Adira Multi Dana Syariah (Amanah), yaitu fasilitas pembiayaan multiguna yang berlandaskan prinsip syariah. Bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah, perseroan memiliki produk pembiayaan syariah umrah yang menggunakan akad murabahah (jual beli), melalui travel umrah lokal dan nasional dari mitra perseroan,
Di sisi lain, Adira telah menerbitkan Obligasi PUB VI Tahap I dan Sukuk Mudharabah V Tahap I tahun 2023 senilai Rp 2,0 triliun dengan oversubscribed 2,3 kali pada Juli 2023.
Dua Juta Konsumen
Dewa Made Susila menjelaskan, Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada 1991. Sejak awal, Adira Finance berkomitmen menjadi perusahaan pembiayaan terbaik dan terkemuka di Indonesia. Adira Finance melayani beragam pembiayaan kendaraan bermotor, baik baru ataupun bekas.
Melihat potensi besar pembiayaan kendaraan bermotor, kata Dewa Made, Adira Finance mulai melakukan penawaran umum melalui sahamnya pada tahun 2004 dan Bank Danamon menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 75%. Melalui beberapa tindakan korporasi, saat ini Bank Danamon memiliki kepemilikan saham sebesar 92,07% atas Adira Finance. Sebagai anak perusahaan Bank Danamon, Adira Finance menjadi bagian dari MUFG Group yang merupakan salah satu bank terbesar di dunia.
Pada tahun 2017, Adira Finance menghadirkan platform e-commerce pembiayaan multiguna jasa dicicilaja.com, marketplace jual beli kendaraan momobil.id, dan diikuti momotor.id pada tahun 2018. Pada November 2021, Adira Finance meluncurkan versi terbaru yaitu aplikasi Adiraku 2.0 yang yang dirancang untuk memberikan kemudahan layanan konsumen secara digital dan memberikan pengalaman bertransaksi secara real time dengan mudah, aman dan nyaman.
Saat ini, Adira Finance telah mengoperasikan 464 jaringan usaha di seluruh Indonesia dengan didukung sekitar 17 ribu karyawan, untuk melayani sekitar 1,9 juta konsumen dengan jumlah piutang yang dikelola mencapai sekitar Rp 51 triliun.
Setelah memperoleh kenaikan pada peringkat kreditnya dari Lembaga Pemeringkat Internasional Moody’s di tahun 2021, Adira Finance berhasil mempertahankan peringkatnya Baa1/stable hingga saat ini. Selain itu, Adira Finance juga berhasil mempertahankan peringkat Internasional BBB dari Lembaga Pemeringkat internasional Fitch Rating dan peringkat domestik dengan penilaian idAAA/Stable dari Lembaga pemeringkat dalam negeri Pefindo di tahun 2023. Keberhasilan ini diharapkan dapat mempermudah perusahaan untuk memperoleh akses pendanaan yang lebih kompetitif dan optimal.
Dewa Made menegaskan, Adira Finance senantiasa berupaya untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara Indonesia. Melalui identitas dan janji brand “Sahabat Setia Selamanya”, Adira Finance berkomitmen untuk menjalankan misi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Hal itu dilakukan melalui penyediaan produk dan layanan yang beragam sesuai siklus kehidupan konsumen dari pembiayaan multiguna, perlengkapan rumah tangga dan elektronik (durables), otomotif (motor dan mobil), hingga pembiayaan umroh (Syariah),” tegas Made. (hg)

